Otoinfo.id – Dinamika organisasi otomotif di sejumlah daerah mulai memasuki fase menarik. Sejumlah Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) mulai mempersiapkan Musyawarah Provinsi (Musprov), dengan salah satu agenda pentingnya adalah menentukan sosok yang akan memimpin organisasi otomotif tersebut untuk periode berikutnya.

Situasi ini turut membuka kembali perbincangan mengenai bursa calon Ketua Pengprov IMI di sejumlah daerah, termasuk Kalimantan Timur (Kaltim).
Beberapa waktu lalu, Nuzul Rahman, sosok muda yang aktif di organisasi Ex Rider Indonesia, sempat menjadi salah satu nama yang dinilai layak diperhitungkan apabila nantinya bursa Ketua IMI Kaltim mulai dibuka.
Baca Juga : Ananda Mikola Sebut Kontrak MotoGP Mandalika Berencana Diperpanjang Lima Tahun
Kini, seiring mulai bergeraknya agenda Musprov di beberapa Pengprov, nama Nuzul kembali menarik untuk dibicarakan.
Namun ketika dikonfirmasi mengenai kapan Musprov IMI Kaltim akan digelar, Nuzul memilih memberikan jawaban yang cukup realistis.
“Untuk Kaltim, Pengprov IMI-nya masih belum menentukan apakah di tahun ini atau tahun depan karena masih menunggu keputusan dari IMI Pusat,” kata Nuzul.
Jawaban tersebut menunjukkan bahwa dinamika kepengurusan IMI Kaltim masih menunggu tahapan dan keputusan organisasi di tingkat pusat.
Artinya, pembicaraan mengenai figur yang akan memimpin IMI Kaltim ke depan pun masih sangat terbuka.
Nama Nuzul Rahman Kembali Muncul
Nuzul Rahman bukan nama yang tiba-tiba muncul di lingkungan otomotif Kaltim.
Keterlibatannya bersama komunitas Ex Rider Indonesia membuat dirinya cukup dekat dengan aktivitas komunitas dan para penghobi otomotif, khususnya roda dua.
Pendekatan seperti inilah yang kemudian membuat sosok Nuzul dinilai memiliki modal sosial apabila suatu saat benar-benar masuk dalam bursa kepemimpinan IMI Kaltim.
Baca Juga : Dulu Diragukan, Kini Dibuktikan, Perjalanan Koh Indra Membangun Kepercayaan pada Kabelsetan
Bukan hanya soal usia yang relatif muda, tetapi juga bagaimana seorang figur mampu memahami denyut aktivitas otomotif dari lapisan komunitas.
Sebab, tantangan IMI ke depan tidak hanya berbicara mengenai kompetisi dan pembinaan pembalap. Di dalamnya juga terdapat komunitas, penyelenggara event, klub, pelaku usaha otomotif hingga pembinaan atlet.
Di titik inilah figur seperti Nuzul mulai mendapat perhatian.
Tentu, apakah dirinya benar-benar akan maju dalam bursa Ketua IMI Kaltim, semuanya masih terlalu dini untuk disimpulkan.
Yang jelas, namanya sudah pernah disebut sebagai salah satu figur muda yang layak diperhitungkan.
Ex Rider Kaltim Bersiap Gelar Kejurprov
Menariknya, di tengah pembicaraan mengenai dinamika IMI Kaltim, aktivitas otomotif Nuzul justru masih berjalan melalui jalur komunitas.
Ia menyampaikan bahwa dalam waktu dekat Ex Rider akan kembali menggelar kegiatan kompetisi.
“Insyaallah bulan depan ada event Ex Rider Kejurprov di Sirkuit Kalan Samarinda,” sambungnya.
Agenda tersebut tentu menjadi kabar yang menarik bagi komunitas Ex Rider, khususnya di wilayah Kalimantan Timur.
Sirkuit Kalan Samarinda nantinya kembali menjadi tempat bertemunya para pegiat otomotif yang tidak hanya mengejar hasil di lintasan, tetapi juga membawa semangat kebersamaan komunitas.
Antusiasme komunitas Ex Rider di Pulau Borneo sendiri selama ini menjadi salah satu modal penting berkembangnya berbagai kegiatan otomotif di kawasan tersebut.
Dari Komunitas Menuju Organisasi
Menarik melihat perjalanan seorang figur muda seperti Nuzul Rahman.
Sebelum berbicara mengenai kepemimpinan organisasi sebesar IMI, ruang komunitas menjadi tempat penting untuk belajar memahami persoalan otomotif dari bawah.
Dari sana seorang calon pemimpin bisa melihat secara langsung apa yang dibutuhkan pembalap, komunitas, klub maupun penyelenggara event.
Dan mungkin saja, dinamika seperti inilah yang nantinya menjadi bagian dari perjalanan Nuzul apabila suatu hari benar-benar memutuskan maju dalam kontestasi Ketua IMI Kaltim.
Untuk saat ini, belum ada pernyataan bahwa Nuzul secara resmi mencalonkan diri.
Namun ketika Musprov sejumlah Pengprov mulai bergulir, pembicaraan mengenai regenerasi kepemimpinan IMI tentu menjadi sesuatu yang menarik.
Kaltim pun pada akhirnya akan memiliki cerita sendiri.
Apakah nantinya muncul pertarungan nama-nama lama dengan figur muda?
Atau justru lahir kompromi untuk menghadirkan kepemimpinan baru yang lebih dekat dengan komunitas?
Semua masih menjadi bagian dari dinamika.
Yang pasti, nama Nuzul Rahman sudah pernah masuk dalam radar pembicaraan tersebut.
Dan sebelum panggung Musprov benar-benar dibuka, aktivitas Ex Rider Kejurprov di Sirkuit Kalan Samarinda bulan depan bisa menjadi salah satu momentum untuk melihat lebih dekat bagaimana geliat otomotif sekaligus komunitas di Kaltim bergerak.
Dari lintasan, komunitas tumbuh. Dari komunitas, kepemimpinan bisa lahir.


