portal berita otomotif nasional portal berita otomotif nasional
Sign In
  • Home
  • Product
  • Headline
  • Info
  • Racing
  • Honda
  • Yamaha
  • Community
  • Tips
  • Agenda
  • Lainnya
Notification
Racing

Dari GTR150 Wildcard MRS Round4, Menelusuri Jejak Mekanik Muda Satria Asal Semarang

Racing

6061-T6 di Balik Bracket Kaliper 20Performance, Apa Pengaruhnya?

HeadlineInfo

Racikan F1ZR STD 116 Ayu Sekti by 27Hz, Hantar Bolang JU Open di Road Race 2026 Pemalang

HeadlineInfo

Data Logger: Membantu atau Justru Membentuk Pembalap?

Font ResizerAa
Otoinfo.idOtoinfo.id
  • Home
  • Product
  • Headline
  • Info
  • Racing
  • Honda
  • Yamaha
  • Community
  • Tips
  • Agenda
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Product
  • Headline
  • Info
  • Racing
  • Honda
  • Yamaha
  • Community
  • Tips
  • Agenda
  • Lainnya
Sign In Sign In
Follow US
Made by ThemeRuby using the Foxiz theme. Powered by WordPress
Info

Ngeri! Dampak Subsidi Kendaraan Listrik di Thailand dan Implikasinya untuk Indonesia

Fawwaz Rozin
By Fawwaz Rozin
3 Min Read
SHARE

Otoinfo.id – Thailand telah meluncurkan program subsidi besar-besaran untuk kendaraan listrik (EV) sejak 2022, dalam upaya menjadikannya lebih terjangkau bagi masyarakat. Subsidi hingga 150.000 baht (sekitar Rp 68 juta) per unit, serta penghapusan tarif impor untuk EV dari China, bertujuan mempercepat adopsi kendaraan listrik di negara tersebut. Namun, langkah ini tidak tanpa dampak negatif.

Para pelaku industri otomotif di Thailand melaporkan efek samping yang signifikan dari program subsidi ini. Kelebihan pasokan kendaraan listrik mulai mengganggu pasar, memicu perang harga untuk mobil bermesin konvensional, dan berdampak pada penurunan produksi serta penutupan pabrik-pabrik mobil konvensional. Produksi komponen kendaraan juga terpengaruh, dengan beberapa produsen suku cadang terpaksa tutup karena sebagian besar produsen kendaraan listrik China tidak membeli dari mereka.

Penurunan penjualan mobil berbahan bakar fosil di Thailand berdampak terutama pada produsen mobil Jepang, yang memproduksi sekitar 90 persen kendaraan fosil di negara tersebut. Situasi ini menggarisbawahi tantangan yang dihadapi industri otomotif ketika transisi besar ke teknologi baru berlangsung terlalu cepat tanpa perencanaan yang matang.

Portal Berita Otomotif Nasional, menghadirkan berbagai tips otomotif, berita balap motor, update kompetisi balap Indonesia, produk otomotif

Melihat situasi ini, penting bagi Indonesia untuk memperhatikan potensi dampak serupa. Indonesia sedang memasuki era elektrifikasi kendaraan dengan kebijakan yang berfokus pada diversifikasi energi, termasuk pengembangan bahan bakar nabati seperti biodiesel dan bioetanol. Industri otomotif di Indonesia menyumbang 4 persen dari PDB dan membuka 1,5 juta lapangan pekerjaan, menjadikannya sektor krusial bagi ekonomi negara.

Menurut Yannes Pasaribu dari Institut Teknologi Bandung (ITB), sekitar 45 persen industri komponen, terutama yang memproduksi parts mesin motor bakar, berpotensi tutup secara bertahap akibat transisi ke kendaraan listrik. Oleh karena itu, adaptasi terhadap perkembangan zaman menjadi kunci. Selain kendaraan listrik, pengembangan teknologi berbasis energi terbarukan dan bahan bakar nabati perlu didorong untuk menjaga keseimbangan industri otomotif.

Berbeda dengan Thailand yang fokus pada kendaraan listrik, Indonesia menerapkan kebijakan bauran energi, memanfaatkan kekayaan sumber daya alam seperti nikel, lithium, dan sawit. Pengembangan biodiesel dan bioetanol merupakan langkah strategis untuk memastikan keberagaman energi dan mendukung industri otomotif.

Dengan populasi kendaraan pribadi yang tinggi di Pulau Jawa, sementara pasar di luar Jawa masih berkembang, adaptasi teknologi dan inovasi dalam bahan bakar menjadi krusial. Memastikan industri otomotif dapat bertransisi dengan lancar tanpa merugikan sektor-sektor terkait akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan stabilitas pekerjaan di Indonesia.

So, Thailand menunjukkan bahwa transisi besar-besaran ke kendaraan listrik dapat menimbulkan tantangan, seperti gangguan pada industri otomotif konvensional dan rantai pasokan. Indonesia harus belajar dari pengalaman ini dengan menerapkan kebijakan yang seimbang antara kendaraan listrik dan energi terbarukan, serta memfasilitasi adaptasi bagi industri terkait guna meminimalkan dampak negatif dan memanfaatkan peluang di era elektrifikasi kendaraan.

Join Our Newsletter
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
TAGGED:dampak burukElektrifikasiIndonesiaMobil Listrikthailand
Share This Article
Facebook Email Copy Link

You Might Also Like

Rahasia Terungkap! Bagaimana BYD Memimpin Revolusi Mobil Listrik dengan Harga Terjangkau!
Product

BYD Menawarkan Mobil Listrik Mewah dengan Harga Terendah! Apa Rahasianya?

By Yudi Jude
18/03/2024
Honda Giorno+ 125 Skutik Retro Modern dengan Sentuhan Klasik dan Performa Unggulan
Info

Istimewa! Honda Giorno+ 125, Skutik Retro Modern dengan Sentuhan Klasik dan Performa Unggulan

By Bakti Nugroho
24/11/2023
Tinggi Jok Honda ADV 160 vs ADV 150: Apa Bedanya dan Pengaruhnya?
Info

Tinggi Jok Honda ADV 160 vs ADV 150: Apa Bedanya dan Pengaruhnya?

By Rifqi Fauzan
08/12/2023
Tidak Disangka! Honda BeAT Pop Kurang Laku, Kini Harganya Mulai Rp 6,5 Juta!
HondaInfoProduct

Tidak Disangka! Honda BeAT Pop Kurang Laku, Kini Harganya Mulai Rp 6,5 Juta!

By Dhimas Cipta
02/10/2024
Lexus LBX Morizo RR: Crossover Mungil Berperforma Tinggi dengan Sentuhan Khas GR Corolla
InfoProduct

Lexus LBX Morizo RR: Crossover Mungil Berperforma Tinggi dengan Sentuhan Khas GR Corolla

By Isdiyanti
22/01/2024
Promo Hebat Honda PCX160 Uang Muka 10% dan Cashback Rp3,4 Juta!
AgendaHondaInfoProduct

Promo Hebat Honda PCX160: Uang Muka 10% dan Cashback Rp3,4 Juta!

By Dhimas Cipta
31/08/2024
otoinfo.id - 2018
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Media
  • Disclaimer – Otoinfo
portal berita otomotif nasional portal berita otomotif nasional
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?