Otoinfo – Mitsubishi Xpander telah menjadi salah satu mobil yang sangat populer di pasar global, terutama di kategori MPV. Keberhasilannya tak hanya terletak pada desainnya yang menarik dan ruang kabin yang luas, tetapi juga karena performanya yang handal. Kini, Mitsubishi telah melangkah lebih jauh dengan memperkenalkan varian hybrid dari Xpander, yang menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik dan jejak lingkungan yang lebih bersih.
Namun, ketika Mitsubishi Xpander hybrid resmi diluncurkan di Thailand, banyak penggemar otomotif penasaran dengan basis mesin yang digunakan oleh mobil ini. Spekulasi awal menunjukkan kemungkinan penggunaan mesin dari Nissan atau Renault, mengingat kerjasama antara Mitsubishi dengan dua produsen mobil tersebut. Namun, kenyataannya ternyata berbeda dan sedikit menggemparkan.
Spesifikasi teknis Mitsubishi Xpander hybrid menunjukkan bahwa tenaga berasal dari mesin 1.600 cc MIVEC Atkinson cycle yang dipasangkan dengan motor listrik 116 PS/255 Nm dan transmisi e-CVT. Mobil ini juga memiliki kemampuan akselerasi yang cukup baik, mencapai 0-100 km/jam dalam waktu 9,7 detik. Fitur-fitur canggih seperti emblem HEV, 7 mode pengendaraan (5 mode untuk berbagai medan dan 2 mode EV), Active Yaw Control (AYC), rem cakram belakang, serta suspensi baru dan peredam tambahan turut melengkapi Xpander hybrid.
Perubahan signifikan juga terjadi pada bagian interior, di mana Mitsubishi Xpander hybrid mendapatkan penyempurnaan dengan adopsi electronic shifter dari Outlander PHEV, speedometer 8 inci dari Xforce, dan setir yang juga diambil dari Xforce. Namun, yang paling mengejutkan adalah basis mesin yang digunakan.
Basis mesin dari Mitsubishi Xpander hybrid ternyata bukanlah dari Nissan atau Renault, seperti yang banyak diduga sebelumnya. Melainkan, mesin yang digunakan adalah Lancer 4A92 yang kemudian dirombak dengan skema atkinson cycle. Spesifikasi mesin ini mencakup DOHC 16v, ECI multiple dengan kapasitas 1.590 cc (1,6 L), bore pitch 93 mm, bore 75 mm, stroke 90 mm, rasio kompresi 11.0:1, daya 86 kW (117 ps atau 115 hp) pada 6000 rpm, dan torsi 154 Nm pada 4000 rpm.
Langkah Mitsubishi menggunakan basis mesin dari Lancer 4A92 dan mengembangkannya untuk Mobil tersebut menunjukkan dedikasi perusahaan dalam menghadirkan teknologi yang inovatif dan efisien. Meskipun tidak mengikuti tren umum dalam kerjasama dengan produsen lain, Mitsubishi tetap mampu menyajikan produk yang kompetitif dan memiliki keunggulan dalam hal performa dan efisiensi.
Dengan demikian, Mitsubishi Xpander hybrid membawa sebuah kejutan dalam industri otomotif, membuktikan bahwa inovasi tak selalu harus mengikuti arus utama. Mitsubishi berhasil membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, teknologi yang sudah ada dapat diadaptasi dan ditingkatkan untuk menciptakan solusi yang efisien dan ramah lingkungan.
Dengan demikian, Mitsubishi Xpander hybrid bukan hanya menjadi pilihan yang menarik bagi konsumen yang peduli lingkungan, tetapi juga sebuah langkah maju dalam upaya Mitsubishi untuk menyediakan mobilitas yang ramah lingkungan tanpa mengorbankan performa dan kenyamanan. Otoinfo.

