Otoinfo – Mobil-mobil super selalu menjadi magnet perhatian dengan kombinasi kecepatan luar biasa, desain futuristik, dan teknologi canggih. Nama-nama besar seperti Ferrari dan Lamborghini kerap mendominasi perbincangan, namun ada satu mobil yang seringkali diremehkan meski memiliki performa yang tak kalah gemilang. Mobil itu adalah Saleen S7, sebuah mahakarya dari perusahaan tuning asal California Selatan, Saleen Autosport.
Pada awal tahun 2000-an, jika seseorang menginginkan mobil dengan performa luar biasa, biasanya mereka akan mengandalkan tuning. Saleen Autosport, yang dimiliki oleh pembalap terkenal Steve Saleen, adalah salah satu perusahaan yang dikenal dengan keahliannya meningkatkan performa mobil, khususnya Ford Mustang.
Steve Saleen, dengan reputasinya yang legendaris, mampu meyakinkan eksekutif Ford untuk mengembangkan program Special Vehicle Operation (SVO) dan memperbaiki Mustang. Namun, impian terbesar Steve Saleen adalah menciptakan supercar sendiri.
Berbekal pengalaman bertahun-tahun dalam membangun Mustang, Saleen memulai pengembangan S7. Setelah sepuluh bulan melakukan penelitian dan pengembangan intensif, model praproduksi Saleen S7 akhirnya siap diluncurkan pada 19 Agustus 2000. Meskipun penjualan baru dimulai pada 2003, versi balap S7R segera meraih kemenangan spektakuler di lintasan balap.
Desain Saleen S7 terinspirasi dari McLaren F1, menggunakan platform McLaren sebagai patokan. Dengan bantuan program CAD dan pengujian aerodinamis di Universitas Skotlandia, Saleen berhasil menciptakan desain yang optimal. Mobil ini memiliki lebih dari 50 ventilasi dan insang yang tersebar di sekitar bodi, memberikan downforce yang cukup tanpa memerlukan sayap belakang.
Mesin V8 7,0 liter yang digunakan pada kendaraan ini adalah hasil pengecoran sendiri, menggunakan crankshaft dan conrod dari baja, serta piston aluminium. Mesin ini dilengkapi dengan sistem pelumasan bak kering dan water pump yang dipasang di samping untuk menjaga suhu mesin tetap optimal.
Awalnya, mesin ini adalah mesin naturally aspirated yang dirancang untuk menggabungkan twin-turbo sejak awal, menghasilkan 550 horsepower, angka yang sangat mengesankan pada saat itu. Saleen S7 memiliki beberapa varian, termasuk S7 Twin Turbo (S7 TT) yang diluncurkan pada 2005.
Varian ini menggunakan turbocharger Garrett GT3582R yang mampu menghasilkan 5,5 PSI, meningkatkan tenaga hingga 750 horsepower. Varian ini dapat berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam 2,9 detik dan mencapai kecepatan maksimal mendekati 402 km/jam. Selain itu, Saleen juga menawarkan paket kompetisi untuk S7 TT, yang dapat meningkatkan tenaga hingga 1000 horsepower.
Dengan performa luar biasa ini, S7 menjadi salah satu mobil tercepat pada masanya, mampu bersaing dengan mobil-mobil super dari Ferrari dan Lamborghini. Saleen S7R, versi balap dari S7, adalah salah satu mobil balap paling sukses pada zamannya.
Mobil ini telah berkompetisi dalam 235 balapan, mencatatkan 154 podium, 129 putaran tercepat, 118 pole position, dan 78 kemenangan. Saleen S7R juga memenangkan 10 kejuaraan GT dan mencatat satu kemenangan di kelas bergengsi 24 Hours of Le Mans.
Ketika pertama kali diluncurkan, Saleen S7 dijual dengan harga sekitar 300.000 US Dollar, setara dengan Rp4,7 miliar dengan kurs saat ini. Harga ini setara dengan Ferrari dan Lamborghini pada masanya. Meskipun memiliki performa dan kredibilitas yang luar biasa di dunia motorsport, Saleen S7 kurang dikenal karena bukan merupakan mobil produksi massal seperti Ferrari atau Lamborghini.
Hal ini membuatnya kurang prestisius di mata sebagian besar konsumen meskipun memiliki performa yang mengagumkan. Saleen S7 adalah sebuah mobil hebat yang seringkali diremehkan. Dengan desain yang terinspirasi dari McLaren F1, teknologi canggih, dan performa luar biasa, S7 mampu bersaing dengan mobil-mobil super dari Ferrari dan Lamborghini.
Meskipun bukan merupakan mobil produksi massal, keberhasilan S7 di dunia balap membuktikan bahwa mobil ini layak mendapat pengakuan sebagai salah satu supercar terbaik pada masanya. Otoinfo.
