Otoinfo.id–Dunia balap motocross kembali diramaikan oleh talenta muda potensial dari Jawa Timur. Salah satunya adalah Muhammad Azriel Alsakha, atau yang akrab disapa Sakha, crosser cilik asal kawasan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Di usia yang masih sangat muda, putra tercinta dari Ali Mashudi itu mulai menunjukkan keseriusannya menekuni dunia motocross. Bersama Rizqy Motorsport Racing Team, Sakha terus mendapatkan pembinaan dan ditempa untuk menjadi pembalap muda yang tidak hanya memiliki keberanian di atas motor, tetapi juga memahami teknik, disiplin, serta mental bertanding. “Sejauh ini Sakha enjoy menjalani prosesnya, usaha itu wajib dan enjoy, podium adalah bonus,”ungkap ayahnda.
Baca Juga : Wow! IMI Siapkan Kapal untuk Angkut Ribuan Motor ke MotoGP Mandalika 2026
Perjalanan Sakha di dunia motocross tidak dibangun secara instan. Prosesnya dimulai dari latihan secara bertahap, mengenal karakter motor, memahami racing line, teknik pengereman, hingga membangun keberanian ketika menghadapi berbagai karakter lintasan.
Referensi mengenai kiprah Sakha bersama Rizqy Motorsport juga mencatat bahwa kawasan Desa Bulusari, Gempol, Pasuruan, menjadi salah satu lokasi awal proses latihan dan pengembangan kemampuan Sakha. Dari latihan tersebut, kemampuan Sakha kemudian terus berkembang hingga mendapat kesempatan mengikuti berbagai kejuaraan motocross, termasuk kelas MX50cc.

Konsistensi Latihan Jadi Modal Penting
Bagi seorang crosser cilik, kemampuan mengendalikan motor hanyalah salah satu bagian dari proses. Konsistensi latihan menjadi faktor penting untuk membangun teknik dan mental bertanding.
Saat ini, Sakha terpantau tetap konsisten menjalani latihan bersama Rizqy Motorsport Racing Team. Rutinitas tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kemampuan sekaligus meningkatkan kualitas balapnya.
Latihan secara berkelanjutan diharapkan membuat Sakha semakin matang dalam membaca lintasan, menentukan racing line, mengatur momentum saat menikung maupun melakukan lompatan, serta menjaga ritme balap dari awal hingga akhir.
Konsistensi inilah yang menjadi salah satu modal Sakha untuk terus berkembang dan menghadapi persaingan di kelas pembalap usia dini.
Dukungan Sekolah Ikut Menguatkan Langkah Sakha
Menariknya, perjalanan Sakha sebagai crosser muda juga berjalan beriringan dengan pendidikannya.
Sakha tercatat sebagai siswa SD Negeri Bulusari I Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Data resmi Kemendikdasmen mencatat sekolah tersebut berstatus negeri dan beralamat di Jl. Balai Desa No.27, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
Dukungan dari lingkungan sekolah menjadi bagian penting dalam perjalanan Sakha. Aktivitas olahraga dan pendidikan diharapkan dapat berjalan secara seimbang, sehingga prestasi di lintasan tidak mengesampingkan kewajiban sebagai seorang pelajar.
Baca Juga : SS600 Jadi Satu-satunya Kelas yang Belum Punya Juara ARRC 2026, Wahyu Nugroho Punya Peluang
Sekolah pun memiliki peran strategis dalam memberikan ruang dan dukungan kepada siswa yang mempunyai potensi di bidang olahraga. Pemerintah Kabupaten Pasuruan sendiri mencatat SDN Bulusari I sebagai sekolah yang aktif dalam berbagai kegiatan lomba di tingkat kecamatan maupun kabupaten.
Bagi Sakha, dukungan tersebut tentunya menjadi energi positif untuk terus berkembang. Dengan lingkungan yang mendukung, latihan di lintasan dan aktivitas belajar di sekolah dapat berjalan beriringan.

Pernah Naik Podium Kejurnas
Perkembangan Sakha mulai menunjukkan hasil. Pembalap muda binaan Rizqy Motorsport tersebut tercatat berhasil meraih podium di kelas SE50cc pada ajang Kejurnas. Pencapaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa proses pembinaan yang dijalani mulai membuahkan hasil.
Namun, podium bukanlah akhir dari perjalanan. Justru hasil tersebut dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kemampuan dan menghadapi tantangan yang lebih besar ke depan.
Bagi pembalap seusianya, pengalaman mengikuti kompetisi menjadi bagian penting untuk membangun mental. Menang, kalah, maupun menghadapi kendala di lintasan semuanya menjadi proses pembelajaran.
Dari Bulusari Menuju Prestasi Lebih Tinggi
Kiprah Muhammad Azriel Alsakha menjadi gambaran bahwa potensi pembalap muda bisa tumbuh dari lingkungan lokal apabila mendapatkan pembinaan yang tepat dan dilakukan secara konsisten.
Kolaborasi antara Sakha, keluarga, Rizqy Motorsport Racing Team, serta pihak sekolah menjadi fondasi penting dalam perjalanan tersebut.
Di satu sisi, Rizqy Motorsport berperan dalam mengembangkan kemampuan Sakha di lintasan. Di sisi lain, sekolah tetap menjadi tempat Sakha menimba ilmu dan membangun karakter sebagai seorang pelajar.
Baca Juga : Haji Putra Rizky Siapkan Pembalap Baru di 2027, Expert Grade A! Siapa?
Perjalanan Sakha masih panjang. Usianya yang masih belia membuat ruang pengembangan kemampuannya masih sangat terbuka.
Dengan latihan yang konsisten, pembinaan yang berkelanjutan, dukungan sekolah, keluarga, dan tim, bukan tidak mungkin nama Muhammad Azriel Alsakha akan semakin dikenal di panggung motocross nasional.
Dari Bulusari, Gempol, Pasuruan, Sakha sedang membangun langkah demi langkah menuju mimpi yang lebih besar di dunia balap.
Gas terus, Sakha! Tetap rendah hati, disiplin belajar, konsisten berlatih, dan jadikan setiap balapan sebagai proses untuk menjadi pembalap yang lebih baik.


