portal berita otomotif nasional portal berita otomotif nasional
Sign In
  • Home
  • Product
  • Headline
  • Info
  • Racing
  • Honda
  • Yamaha
  • Community
  • Tips
  • Agenda
  • Lainnya
Notification
HeadlineRacing

H. Linggarjati Datang Khusus Support Wahyu Nugroho, Berbuah Podium Juara SS600

HeadlineRacing

Wow! Tiga Mekanik Indonesia Jadi Kekuatan Tim China di ARRC 2026 Mandalika

HeadlineRacing

Senior Alfi Husni Juara UB150 Race 1, Apa Catatan Renaldy Junior?

HeadlineRacing

Alfi Husni Menang di Race 1 UB150 ARRC Mandalika, Produk MCR Ikut Buktikan Ketangguhannya

Font ResizerAa
Otoinfo.idOtoinfo.id
  • Home
  • Product
  • Headline
  • Info
  • Racing
  • Honda
  • Yamaha
  • Community
  • Tips
  • Agenda
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Product
  • Headline
  • Info
  • Racing
  • Honda
  • Yamaha
  • Community
  • Tips
  • Agenda
  • Lainnya
Sign In Sign In
Follow US
Made by ThemeRuby using the Foxiz theme. Powered by WordPress
HeadlineTips

Kenapa Busi Baru Tidak Boleh Langsung Dipasang?

otoinfo
Last updated: 25/03/2018 06:06
By otoinfo
2 Min Read
SHARE

Otoinfo.id – tahu gak, ternyata busi baru tidak boleh langsung dipasang begitu saja. Kok bisa? Sebab ternyata ukuran gap busi baru tersebut tidak sesuai dengan rekomendasi ukuran standar untuk motor.

“Kadang terlalu rapat atau renggang. Kalau langsung dipasang performa motor tidak enak karena ukuran gap tidak sesuai dengan anjuran pabrik. Lebih baik sebelum busi baru tersebut dipasang, diukur dulu untuk memastikan ukuran gapnya,” ungkap Abdul Majid mekanik Perintis Motor, Surabaya ini.

Pabrikan punya standarisasi celah busi. Untuk motor bebek dan skutik sekitar 0,6-0,7 mm sedangkan motor sport berkisar antara 0,8-0,9 mm.

Selain dari standar pabrikan, sering kali pula produsen pembuat busi mencantumkan angka gap pada kemasan busi. Untuk mengukur gap busi sendiri sangat mudah, yaitu menggunakan fuler.

Sekarang apa yang terjadi jika ukuran gap busi tersebut tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan motor atau pabrik pembuat busi?

Jika gap busi terlalu rapat dalam konteks wajar misalnya lebih rapat 0,1 mm dari standar, contoh jadi 0,5 mm, percikan di ujung elektroda menyempit. Stasioner halus, mesin relatif lebih dingin tapi powernya kecil. Ini disebabkan ukuran api pada gap busi terlalu sempit.

“Terkadang busi dengan gap sempit menimbulkan letupan dari mesin saat stasioner karena bahan bakar tidak terbakar sempurna,” imbuh Majid. Khusus mesin 2-tak gap sempit menimbulkan sedikit gejala mbrebet pada putaran bawah.

Berbeda jika gap busi renggang, misalnya dari asalnya 0,7 mm diubah jadi 0,8 mm. Dengan celah renggang luasan api di ujung elektroda busi lebih luas. Campuran bahan bakar akan habis terbakar, celah renggang power putaran atasnya lebih bagus. Biasanya gap terlalu lebar akan menimbulkan panas yang berlebih pada ujung elektroda busi.

Selain membuat suhu busi panas, gap yang terlalu renggang dari rekomendasi pabrik busi justru tidak dapat memercikkan bunga api. Dalam bahasa kerennya terjadi miss-fire (tidak memercik).

Malah kemungkinan besar juga terjadi pre-ignition (detonasi). Gap busi makin lebar tiap 0,1 mm akan menaikkan suhu ujung elektroda busi sekitar 10-200 C. Dari situlah detonasi terjadi. Jadi sebelum pasang ukur dulu ya. MT4

Join Our Newsletter
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
TAGGED:busibusi barugap busi
Share This Article
Facebook Email Copy Link

You Might Also Like

HeadlineProduct

Yamaha Lexi “Smart is The New Sexy”: Tiga Pilar Konsep Utama: Smart & Sexy Design, Smart Features dan Smart Engine!

By otoinfo
18/04/2018
HeadlineRacing

MotoGP 2020: Petrucci Senang ‘Dipecat’ Ducati, Pindah Motor yang Sedang Kompetitif

By otoinfo
26/11/2020
HeadlineRacing

Honda Dream Cup 2019 Purwokerto: Jadi Tim Riset, Fastech CLD Incar Target

By otoinfo
13/08/2019
Akbar Abud Race 2 MP1 Expert Jawara
HeadlineRacing

Akbar Abud Race 2 MP1 Expert Jawara, Epic Comeback Pastikan Puncak Klasemen Motoprix 2025

By Ikhsan Nur
20/07/2025
HeadlineRacing

Road Race Championship 2020 Mijen: Kualifikasi Underbone 125cc, Wawan Wello Alami Troble Engine, Arianto Tarzan Tercepat!

By otoinfo
29/08/2020
HeadlineRacing

Berani Keluar Duit Rp. 300 Juta, Ada Misi Apa Rio Teguh Pribadi (RTP) di Cimahi?

By otoinfo
08/01/2019
otoinfo.id - 2018
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Media
  • Disclaimer – Otoinfo
portal berita otomotif nasional portal berita otomotif nasional
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?