portal berita otomotif nasional portal berita otomotif nasional
Sign In
  • Home
  • Product
  • Headline
  • Info
  • Racing
  • Honda
  • Yamaha
  • Community
  • Tips
  • Agenda
  • Lainnya
Notification
HeadlineRacing

Raih Gelar 2 Kali Beruntun, Bima Aditya Sebut Alfi Husni Pembalap Cerdas! Pandai Mainkan Momentum

HeadlineRacing

Gilbert Giovani Fokus Hadapi Moto Mini Indonesia di Boyolali, Persiapan Sejak Awal!

HeadlineInfo

Haji Putra Guyur Bonus Rp200 Juta untuk Alfi Husni, Sang Juara Umum UB150 ARRC 2026!

HeadlineRacing

Awali Start di P20, Gerry Salim Tunjukkan Kelasnya di Race 1 AP250 dan Nyaris Podium!

Font ResizerAa
Otoinfo.idOtoinfo.id
  • Home
  • Product
  • Headline
  • Info
  • Racing
  • Honda
  • Yamaha
  • Community
  • Tips
  • Agenda
  • Lainnya
Search
  • Home
  • Product
  • Headline
  • Info
  • Racing
  • Honda
  • Yamaha
  • Community
  • Tips
  • Agenda
  • Lainnya
Sign In Sign In
Follow US
Made by ThemeRuby using the Foxiz theme. Powered by WordPress
HeadlineTips

Kenapa Busi Baru Tidak Boleh Langsung Dipasang?

otoinfo
By otoinfo
2 Min Read
SHARE

Otoinfo.id – tahu gak, ternyata busi baru tidak boleh langsung dipasang begitu saja. Kok bisa? Sebab ternyata ukuran gap busi baru tersebut tidak sesuai dengan rekomendasi ukuran standar untuk motor.

“Kadang terlalu rapat atau renggang. Kalau langsung dipasang performa motor tidak enak karena ukuran gap tidak sesuai dengan anjuran pabrik. Lebih baik sebelum busi baru tersebut dipasang, diukur dulu untuk memastikan ukuran gapnya,” ungkap Abdul Majid mekanik Perintis Motor, Surabaya ini.

Pabrikan punya standarisasi celah busi. Untuk motor bebek dan skutik sekitar 0,6-0,7 mm sedangkan motor sport berkisar antara 0,8-0,9 mm.

Selain dari standar pabrikan, sering kali pula produsen pembuat busi mencantumkan angka gap pada kemasan busi. Untuk mengukur gap busi sendiri sangat mudah, yaitu menggunakan fuler.

Sekarang apa yang terjadi jika ukuran gap busi tersebut tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan motor atau pabrik pembuat busi?

Jika gap busi terlalu rapat dalam konteks wajar misalnya lebih rapat 0,1 mm dari standar, contoh jadi 0,5 mm, percikan di ujung elektroda menyempit. Stasioner halus, mesin relatif lebih dingin tapi powernya kecil. Ini disebabkan ukuran api pada gap busi terlalu sempit.

“Terkadang busi dengan gap sempit menimbulkan letupan dari mesin saat stasioner karena bahan bakar tidak terbakar sempurna,” imbuh Majid. Khusus mesin 2-tak gap sempit menimbulkan sedikit gejala mbrebet pada putaran bawah.

Berbeda jika gap busi renggang, misalnya dari asalnya 0,7 mm diubah jadi 0,8 mm. Dengan celah renggang luasan api di ujung elektroda busi lebih luas. Campuran bahan bakar akan habis terbakar, celah renggang power putaran atasnya lebih bagus. Biasanya gap terlalu lebar akan menimbulkan panas yang berlebih pada ujung elektroda busi.

Selain membuat suhu busi panas, gap yang terlalu renggang dari rekomendasi pabrik busi justru tidak dapat memercikkan bunga api. Dalam bahasa kerennya terjadi miss-fire (tidak memercik).

Malah kemungkinan besar juga terjadi pre-ignition (detonasi). Gap busi makin lebar tiap 0,1 mm akan menaikkan suhu ujung elektroda busi sekitar 10-200 C. Dari situlah detonasi terjadi. Jadi sebelum pasang ukur dulu ya. MT4

Join Our Newsletter
Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
TAGGED:busibusi barugap busi
Share This Article
Facebook Email Copy Link

You Might Also Like

Yamaha Nmax Turbo vs Honda PCX 160 Mana yang Lebih Unggul
AgendaHeadlineHondaInfoProductYamaha

Yamaha Nmax Turbo vs Honda PCX 160: Mana yang Lebih Unggul?

By Dhimas Cipta
13/08/2024
HeadlineInfo

GIIAS 2018 : Empowering Mobility, Beyond Possibility Toyota Hadirkan Semangat Baru!

By otoinfo
25/07/2018
HeadlineInfo

BMW Hadapi Persaingan dari Mobil China di Pasar Premium Indonesia, Begini Tanggapannya!

By Fawwaz Rozin
02/08/2024
HeadlineRacing

Manahadap Road Race 2023 Blora: Peluang Juara Umum, ASRT dan Andrias Lukito Mode Menyerang!

By otoinfo
10/07/2023
HeadlineRacing

KTM RC16 Miliknya Tidak Coba Parts Baru, Ini Jawaban Petrucci

By otoinfo
22/09/2021
HeadlineRacing

Cek Data! Pembalap Indonesia Berpeluang Raih Gelar Juara Asia di Final ARRC 2024

By Setiaji
04/12/2024
otoinfo.id - 2018
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Media
  • Disclaimer – Otoinfo
portal berita otomotif nasional portal berita otomotif nasional
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?