Salah satu caranya adalah dengan memodifikasi ponsel yang sudah dimiliki dengan menggunakan suku cadang JDM atau mengimpor langsung dari Jepang.
Meski begitu, keberadaan JDM di Indonesia sudah terasa sejak mobil-mobil CBU (Completely Built-Up) Jepang mulai masuk ke pasar Tanah Air.
Konsep JDM sendiri dapat diaplikasikan dalam berbagai aspek, mulai dari tampilan hingga performa mobil. Penting untuk dicatat bahwa modifikasi JDM memerlukan penggunaan suku cadang asli dari Jepang untuk mempertahankan esensi budaya otomotif Jepang.
Di Indonesia, komunitas-komunitas penggemar JDM aktif dalam mengadakan berbagai kegiatan, termasuk ajang kompetisi seperti JDM Funday Mandalika 2024. Acara ini mengumpulkan puluhan mobil JDM untuk bersaing dalam kompetisi Time Attack di Sirkuit Mandalika, Lombok.
JDM Funday Mandalika 2024 diharapkan dapat menjadi wadah bagi para pencinta otomotif, baik yang berpengalaman maupun pemula, untuk mengekspresikan dan mengapresiasi budaya modifikasi JDM.
Dengan dukungan penuh dari InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), acara ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 28 April hingga 1 Mei mendatang.
Jadi, JDM tidak sekadar tentang mobil yang diproduksi di Jepang, tetapi juga mewakili semangat modifikasi dan budaya otomotif yang unik.
Bagi para penggemar otomotif di Indonesia, JDM bukan hanya sebuah gaya hidup, tetapi juga merupakan penghargaan terhadap warisan budaya otomotif Jepang. Otoinfo.