Otoinfo.id – Harga motor bekas di pasaran bisa sangat bervariasi. Faktor yang memengaruhi mulai dari merek, kondisi fisik, tahun produksi, hingga kelengkapan dokumen kendaraan. Menurut Gio, pemilik bengkel dan showroom Giovani Motor di Cawas, Klaten, tidak ada patokan harga pasti dalam jual beli motor bekas.

“Setiap penjual bisa pasang harga sesuka hati. Tapi kalau kondisinya buruk, ya tetap saja sulit laku kalau dijual mahal,” ujar Gio, dikutip dari Kompas.com.
Merek Motor Berpengaruh pada Harga Jual
Merek Populer Lebih Dicari
Gio menjelaskan bahwa merek motor menjadi salah satu faktor paling berpengaruh. Merek populer seperti Honda dan Yamaha biasanya memiliki harga jual lebih tinggi karena dianggap terpercaya, mudah perawatan, dan memiliki jaringan servis luas.
“Kalau mereknya sudah terkenal dan punya reputasi baik, seperti Honda atau Yamaha, biasanya harganya lebih mahal. Apalagi kalau modelnya sedang tren,” kata Gio.
Baca Juga: Mantap Pol! Baskoro Raih Double Winner di Sprint Race MCR 2025 Seri 2 Surabaya
Usia Kendaraan dan Kondisi Komponen
Motor yang berusia di atas lima tahun umumnya mengalami penurunan harga cukup signifikan. Hal ini wajar karena risiko komponen aus dan kebutuhan perawatan besar semakin tinggi.
“Motor lama biasanya butuh perhatian lebih, bisa jadi harus turun mesin atau ganti komponen besar seperti transmisi,” jelas Gio.
Tips untuk pembeli: Pastikan melakukan pengecekan komponen utama seperti mesin, transmisi, sistem kelistrikan, dan suspensi sebelum membeli.
Kelengkapan Surat-Surat Mempengaruhi Kepercayaan
Motor bekas dengan STNK dan BPKB asli, serta pajak aktif, jelas memiliki nilai jual lebih tinggi. Legalitas yang jelas membuat pembeli merasa aman.
“Kalau surat-surat lengkap dan pajaknya hidup, itu bikin pembeli lebih percaya. Motor bodong cenderung dijauhi,” tegas Gio.
Keaslian Motor dan Faktor Khusus
Motor dengan kondisi orisinil umumnya dihargai lebih tinggi daripada motor dengan modifikasi ekstrem, karena selera modifikasi berbeda-beda. Namun, ada pengecualian untuk motor klasik seperti Vespa atau motor langka yang justru memiliki nilai jual tinggi karena kelangkaan dan nilai historis.
“Motor yang punya nilai seni atau unsur klasik, apalagi kalau kondisinya masih bagus, itu biasanya dicari dan harganya bisa tinggi,” tutup Gio.
Baca Juga: Cara Membuat Mesin Turbo Mobil Bekas Awet, Rahasianya di Turbo Timer
Ciri motor bekas yang masih punya harga jual tinggi umumnya meliputi:
- Merek populer dan terpercaya
- Usia kendaraan relatif muda atau terawat dengan baik
- Kelengkapan dokumen asli dan pajak aktif
- Kondisi orisinil atau motor klasik dengan nilai historis
Dengan memahami faktor-faktor ini, baik penjual maupun pembeli bisa mendapatkan harga terbaik di pasar motor bekas.


