Otoinfo.id – Kegagalan bukan akhir dari segalanya. Hal itu dibuktikan Irfan Chupenk dalam gelaran Final Superchallenge Superprix 2026 di Sirkuit Mijen, Semarang, Sabtu (24/10/2026). Setelah gagal meraih kemenangan di kelas Bebek 2T STD 116cc Ex Rider, pembalap bernomor start #67 tersebut berhasil bangkit dengan merebut podium tertinggi kelas Bebek 2T STD 125cc Ex Rider.
Keberhasilan ini menjadi pembuktian mental juara Irfan Chupenk bersama Dewasena Racing Team. Bukan sekadar kemenangan, hasil tersebut memperlihatkan kemampuannya menjaga konsistensi di tengah persaingan ketat para pembalap berpengalaman.
Baca Juga :Â Podium Dikuasai Sae Racing Team! Alfi Husni Juara Race 2, Akbar Abud Kunci Gelar Expert
Irfan Chupenk Balas Kegagalan dengan Kemenangan Dramatis
Penampilan Irfan Chupenk di kelas 125cc Ex Rider layak mendapat perhatian. Setelah hasil kurang memuaskan pada kelas 116cc, Chupenk tidak kehilangan motivasi untuk kembali bersaing memperebutkan podium.
Mengandalkan pengalaman dan kemampuan mengendalikan motor, pembalap Dewasena Racing Team tersebut berhasil mengamankan kemenangan dengan keunggulan tipis atas rival terdekatnya, Jarwanto.
Selisih keduanya hanya 0,815 detik, menggambarkan betapa ketatnya persaingan menuju podium tertinggi.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas kegagalan sebelumnya. Chupenk membuktikan bahwa satu hasil buruk tidak harus menentukan keseluruhan penampilannya dalam sebuah kejuaraan.
Jarwanto Berikan Ancaman, Roby Harmoko Lengkapi Podium
Persaingan kelas Bebek 2T STD 125cc Ex Rider juga menghadirkan nama-nama berpengalaman yang tidak mudah ditaklukkan.
Hasil Tiga Besar Bebek 2T 125cc Ex Rider
| Posisi | Pembalap | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Irfan Chupenk #67 | Dewasena Racing Team |
| 2 | Jarwanto | +0,815 detik |
| 3 | Roby Harmoko | Podium ketiga |
Jarwanto menjadi pesaing terdekat Chupenk dengan selisih waktu kurang dari satu detik. Sementara itu, Roby Harmoko berhasil mengamankan posisi ketiga sekaligus melengkapi persaingan podium.
Ketatnya hasil akhir memperlihatkan bahwa kelas Ex Rider masih memiliki daya tarik tersendiri. Pengalaman, konsistensi, dan kemampuan menjaga ritme balapan menjadi faktor penting dalam perebutan kemenangan.
Baca Juga :Â Farel Bintang, Belajar dari Mijen dan Menatap YCR Boyolali
Mental Juara Irfan Chupenk Jadi Pembeda di Superprix Mijen
Keberhasilan Irfan Chupenk bangkit setelah kegagalan di kelas 116cc menjadi cerita menarik dari Final Superchallenge Superprix 2026.
Dalam dunia balap motor, kecepatan saja tidak selalu cukup. Pembalap juga membutuhkan kesiapan mental untuk menghadapi tekanan dan kembali tampil kompetitif setelah memperoleh hasil yang tidak sesuai harapan.
Bagi Dewasena Racing Team, kemenangan ini menjadi hasil positif dari perjuangan pembalap andalannya di lintasan Mijen.
Kini, Irfan Chupenk berhasil membuktikan bahwa dirinya masih menjadi salah satu nama yang patut diperhitungkan dalam persaingan kelas Ex Rider.
Pertanyaannya, apakah Chupenk memang layak disebut raja Ex Rider, atau justru Jarwanto menjadi ancaman paling serius?
Ikuti berita dan hasil balap motor terbaru hanya di Otoinfo.id.


