Otoinfo.id-Event bergengsi Indonesia Drag Championship (IDC) dipastikan kembali digelar tahun ini. Hajatan Erdeve Racing Organizer Indonesia (EROI) itu diklaim sebagai baromter teknologi drag bike tanah air. Tim-tim besar dan joki dan mekanik papan atas menjadikan IDC sebagai tolak ukur. Tapi sayang, dari beberapa kelas yang dilombakan justru kelas khusus injeksi ditiadakan. Hal ini pun direspon keras oleh Hasrul selaku owner tim 34 Persada AMR. Apa pasal?
Baca Juga : Drag Bike 2022 (Meikarta):Jatim Awesome! Deby AP Podium Juara Ninja TU, Rangka New Model By AP87
“Injeksi campur dengan non injeksi di kelas Bebek 200. Karena saat ini time-nya lebih dominan injeksi. Lebih kencang injeksi. Polanya kita balik, tahun ini yang supporting jadi bebek 200 non injeksi,”jelas Danung Prasetyo dari bagian teknis di IDC. Yup! pada tahun sebelumnya kelas Bebek 200 Injeksi jadi kelas supporting, fakta bila injeksi saat ini lebih dominan jadi alasan kelas supportingnya diubah jadi Bebek 200 non injeksi.
Baca Juga : IDC Drag Bike 2022: Racingstart Beri Bonus T-Shirt Bagi Peraih Juara di Semua Kelas!
“Masih belum tahu, kita akan ikut atau nggak. Soalnya kelas injeksi nggak ada, kita kekurangan rider yang mumpuni. Injeksi adalah gebrakan teknologi di dunia balap, ini malah diredam. Menurut saya sih, itu keputusan ‘bodoh’,”kata Hasrul yang memang terpantau serius mempersiapkan spek Bebek 200 injeksi. Berkolaborasi dengan tim Bayu Bangun Persada dengan joki Ilham Unyil, siap membidik podium juara Bebek 200 injeksi. Wow!
Baca Juga : Drag Bike 2022: Awas! Kolaborasi Bayu Bangun Persada dan 34 Persada AMR di MX King 200 cc
Seperti yang terpantau bahwa beberapa tim memang sudah melakukan riset untuk spek injeksi. Respon Hasrul boleh jadi juga sama dengan beberapa tim yang juga punya spek injeksi. Jadi? Wawan
