Otoinfo.id – Insiden dalam ajang drag race di Sulawesi Utara pada 9 Agustus 2026 turut mendapat perhatian dari Haji Putra. Pereli nasional sekaligus penggiat otomotif roda dua dan roda empat tersebut menyampaikan pandangannya terkait kabar pembalap yang disebut-sebut dapat menjadi tersangka dalam insiden yang menimbulkan korban.
Haji Putra mengaku sangat menyayangkan apabila dalam kasus tersebut pembalap justru menjadi pihak yang disalahkan begitu saja. Pandangannya sejalan dengan yang sebelumnya disampaikan Fitra Eri, bahwa sebuah insiden yang terjadi dalam kompetisi resmi perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk aspek penyelenggaraan, perizinan, dan keselamatan.
“Jelas-jelas lagi event balapan dengan speed tinggi, awareness penonton mesti ada semestinya. Gue yakin 1000% nggak ada niat yang bikin hajat mau gimana, pasti itu niatnya untuk menghibur dan menghidupkan UMKM di daerahnya,” ujar Haji Putra.
Menurut Haji Putra, persoalan keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab pembalap. Ia membandingkan kondisi tersebut dengan road race di sirkuit nonpermanen yang menggunakan jalan umum, di mana peserta dan penonton juga harus memahami risiko serta memperhatikan keselamatan.
Di sisi lain, aspek safety, tata letak lintasan, pengamanan penonton, penyelenggaraan, dan perizinan tetap perlu menjadi perhatian serius agar kejadian serupa dapat diminimalkan. Ia berharap seluruh pihak dapat melihat insiden ini secara objektif dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta terungkap.
