Otoinfo.id – Seberapa Banyak Motor Honda RI yang Menembus Pasar Internasional?
- Dari Januari hingga Agustus 2025, PT Astra Honda Motor (AHM) telah mengekspor 159.750 unit motor sepeda motor buatan Indonesia ke luar negeri.
- Total ekspor sepeda motor CBU (Completely Built Up) Indonesia sepanjang periode tersebut mencapai 366.231 unit, berarti sekitar 43,61% dari ekspor tersebut adalah dari merek Honda.
- Untuk 2024, Honda mencatat pertumbuhan ekspor motor secara utuh (CBU) sebesar 24%, mencapai 200.400 unit. Negara tujuan ekspor tidak hanya di ASEAN, tetapi juga ke Brasil dan Jepang.
Negara Tujuan & Model Favorit Siapa yang Paling Banyak ‘Borong’?
Negara Penerima Terbesar & Segmentasi Pasarnya
Motor export Honda buatan Indonesia tidak cuma dikirim ke negara-negara tetangga seperti Filipina, Vietnam, dan Thailand saja, tapi juga ke pasar jauh seperti Brasil dan Jepang. Hal ini menunjukkan bahwa produk “Made in Indonesia” dianggap kompetitif di luar wilayah Asia Tenggara.
Model‑Model yang Paling Banyak Diekspor
- Skutik masih menjadi primadona dalam ekspor. Contoh: Honda Vario (125 dan 150), Honda PCX 160, serta Honda BeAT eSP.
- Segmen sport juga ikut kontribusi, tapi volume ekspor sport jauh lebih kecil dibanding skutik.
Dampak Ekonomi & Reputasi Lebih dari Sekadar Angka Ekspor
Peningkatan Pendapatan Negara & Devisa
Ekspor motor Honda dalam skala besar membantu meningkatkan pemasukan devisa. Apabila terus bertumbuh, ini memperkuat neraca perdagangan Indonesia dan mendukung target industri otomotif nasional.
Meningkatkan Kepercayaan Produk Lokal
“Made in Indonesia” bukan lagi label yang dianggap setara produk impor murah, melainkan produk dengan standar yang bisa diterima konsumen internasional. Kejelasan bahwa motor‑motor Honda buatan lokal dapat laku di negara seperti Brasil atau Jepang memberi sinyal kuat bahwa kualitas telah melewati uji pasar global.
Tantangan Produksi & Rantai Pasokan
Dengan volume ekspor yang tinggi, AHM dan pemasok lokal harus menjaga kualitas, efisiensi produksi, dan stabilitas pasokan komponen. Jika salah satu elemen itu terganggu (misalnya suku cadang impor, regulasi emisi, logistik), bisa berdampak besar ke reputasi dan keberlanjutan ekspor.
Bagaimana Honda Bisa Terus Menjaga Dominasinya di Pasar Ekspor
- Standarisasi & Sertifikasi Internasional — pastikan semua sepeda motor memenuhi regulasi safety & emisi negara tujuan agar tidak terkendala homologasi.
- Inovasi Model & Teknologi — konsumen luar negeri mulai mencari fitur lebih tinggi (misalnya LED, injeksi canggih, keamanan aktif), jadi Honda harus terus berkembang.
- Penguatan Brand & Layanan Purna Jual — setelah jual, dukungan servis dan spare part harus tersedia di negara tujuan, agar kepercayaan menjaga loyalitas.
- Optimalisasi Produksi & Efisiensi — dengan kapasitas produksi yang besar dan volume ekspor terus naik, efisiensi biaya produksi dan logistik jadi kunci agar produk tetap kompetitif.
“Made in Indonesia” Honda Bukan Hanya Slogan
Motor Honda buatan Indonesia sudah membuktikan bahwa ia dapat bersaing di kancah global. Dengan angka ekspor yang mendekati setengah dari ekspor motor CBU nasional dan negara tujuan yang semakin luas, ini bukan hanya soal kuantitas melainkan kualitas, reputasi, dan potensi ekonomi.
Bagi industri otomotif lokal, pencapaian ini harus dijaga dan dikembangkan. Bagi konsumen Indonesia, ini momen kebanggaan bahwa produk dalam negeri tidak kalah dengan import.
