
Otoinfo.id – Manajer Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, memberikan peringatan keras kepada pembalap andalannya, Francesco Bagnaia, usai sang rider beberapa kali menyalahkan motor atas kekalahannya dari Marc Marquez di awal musim MotoGP 2025.
Menurut Tardozzi, alih-alih mengeluh, Bagnaia seharusnya fokus mencari solusi bersama tim agar performanya meningkat.
Klasemen MotoGP 2025: Bagnaia Mulai Tertinggal
Hingga empat seri pertama MotoGP 2025, Bagnaia baru meraih satu kemenangan—itu pun saat Marc Marquez mengalami crash di GP Amerika, 31 Maret 2025. Sementara Marquez telah meraih tiga kemenangan, dan kini memimpin klasemen dengan 123 poin.

Bagnaia sendiri harus puas duduk di posisi ketiga, tertinggal 26 poin dari rekan setimnya itu.
Baca Juga:Jorge Martin Diprediksi Absen Tiga Bulan Usai Cedera Serius di MotoGP Qatar 2025
Tardozzi: “Jangan Terlalu Menuntut Setup Motor”
Dalam wawancara dengan Crash.net, Tardozzi menyebut Bagnaia terlalu perfeksionis dalam hal pengaturan motor. Hal ini justru menyulitkan tim untuk mencapai hasil maksimal setiap balapan.“Pecco sangat menuntut soal pengaturan. Ia bukan pembalap yang mau beradaptasi dengan motor yang sedikit berbeda dari gaya balapnya,” ujar Tardozzi.
Dia menambahkan, masalah yang dikeluhkan Bagnaia seperti tangki bahan bakar kecil dan keseimbangan motor seharusnya tidak dijadikan alasan utama. Sebagai juara dunia dua kali, Bagnaia diharapkan lebih dewasa dan bertanggung jawab.
Ducati Ingin Pembalapnya Fokus pada Solusi
Tardozzi menekankan bahwa Ducati selalu memberikan motor terbaik. Namun jika pembalap tidak mampu beradaptasi dan hanya fokus pada masalah, hasil yang diinginkan tentu sulit tercapai.“Kami ingin Pecco berpikir sebagai seorang juara. Jangan hanya pikirkan masalah, tapi kelola masalah itu. Motor ini punya banyak kelebihan—gunakanlah,” tegas Tardozzi.
Baca Juga: Yamaha Uji Mesin V4 di Valencia untuk Proyek Motor MotoGP 2025
Saatnya Bagnaia Tunjukkan Mental Juara
Francesco Bagnaia masih menjadi kandidat kuat juara dunia MotoGP 2025. Namun untuk bisa menyaingi Marc Marquez, ia harus mulai mengubah pendekatannya. Mental tangguh, komunikasi efektif dengan tim, serta kemampuan beradaptasi menjadi kunci untuk bangkit dan kembali kompetitif di sisa musim ini.

