Otoinfo.id-Psywar alias perang uraf syaraf coba dilontarkan oleh Rafid Poppy Sugiarto. Doi adalah mentor di 77 Racing School dengan salah satu murid andalannya Davino Britani. Oleh ‘Sang Mentor’, Davino Britani ditargetkan bisa raih podium juara di dua seri final (5 dan 6) akhir pekan ini (8-9/10). Itulah bagian dari keseruan dari gelaran bertajuk FIM MiniGP Indonesia Series di Sentul International Karting Circuit (SIKC), Bogor, Jabar.

Baca Juga : FIM MiniGP 2022 (Sentul): Final Battle! Tiket ke Valencia Sudah di Depan Mata, Milik Siapa?
Bicara target podium juara, Davino bukan tanpa persiapan. “Jelang seri final porsi latihan fisik ditingkatkan, seri sebelumnya Davino memang sedikit kedodoran,”buka Rafid Poppy yang terbukti punya sentuhan magis pada Davino. Itu dibuktikan pada seri 4 race 2 lalu, Davino tampil ‘kesetanan’ dan sukses raih podium ketiga. Gaya main yang mengesankan dan sangat menghibur.

Baca Juga : FIM MiniGP 2022 Malaysia : Main Diluar Kandang, Giovanni (9 Tahun) Asuhan 43 Racing Torehkan Prestasi
Selain fisik, Poppy akui Davino punya kendala pada bobot badan,”Kendala bobot badan ini akan jadi kelamhan pada trek lurus, bobot yang lebih ringan akan diuntungkan dengan motor standart,”tegasnya. Bicara bobot badan itu pula yang jadi keunggulan Valera (Octvz Racing Academy. Terbukti dengan dominasi Valere sejak awal seri dan pimpin klasemen sementara.
Baca Juga : FIM MiniGP 2022 Malaysia : Main Diluar Kandang, Giovanni (9 Tahun) Asuhan 43 Racing Torehkan Prestasi
Pun bagi Poppy bukan berarti tak bisa dikalahkan,”Kalo cerita Davino lawan Valera, ingat saya dulu balap underbone. Bobot saya selisih sama yang lain 18 Kg sampai 20 kg, tetapi saya tetap bisa juara. Karna kalo bobot kalah tentunya kemampuan balapnya harus lebih,”ungkapnya. Nah, kemampun balap alias skill itu pula yang akan jadi senjata Davino di seri final nanti.

Baca Juga : FIM MiniGP 2022 (Sentul): Adaptasi Cepat, Potensi Kuat Sabian Fathul Ilmi
“Bobot badan Davino dan Vale selisihnya kisaran 18 Kg, Valera punya kelemahan di push selalu dekat. Adu fisik saja dan untuk 16 lap di Sentul, davino mesti tekan terus Valera. Catatan pentingnya harus dapat best time di QTT supaya bersaing dibarisan depan,”tukasnya. Seru! Wawan
