Otoinfo – Fiandra Reja dan Firza Angkasa kembali melanjutkan perjuangannya di SIC Ohvale Junior Championship yang berlangsung di Sepang Karting International Circuit, Malaysia, Minggu (20/9).

Dua pembalap muda Bali Queen Racing Team tersebut kembali mendapatkan pengalaman penting menghadapi karakter lintasan Sepang sekaligus persaingan dengan rider-rider yang memiliki jam terbang lebih panjang.
Baca Juga : Fiandra Naik ke P8, Firza Terus Beradaptasi: Membaca Data Bali Queen Racing Team di Sepang
Pada Race 1, Fiandra mampu menyelesaikan balapan di posisi ke-7, sedangkan Firza Angkasa finis di posisi ke-9.
Namun bagi Bos Alvin, ayah Fiandra dan Firza sekaligus pemilik Bali Queen Racing Team, posisi finis bukan satu-satunya indikator yang menarik untuk diperhatikan.
Justru catatan waktu Fiandra menjadi salah satu poin penting dari balapan kali ini.
“Fiandra posisi ke-7 rombongan kedua dengan time 57,5, Firza posisi ke-9 dengan time 59,0,” buka Alvin.
Catatan 57,5 detik tersebut menjadi sinyal positif bagi Fiandra. Menurut Alvin, race pace yang ditunjukkan pembalap mudanya tersebut sudah berada di level yang sama dengan rider top Malaysia.
“Secara time sudah sangat baik. Catatan time 57,5 ini race pace-nya sudah sama dengan rider top Malaysia,” jelasnya.
Baca Juga : Fian dan Firza “Bali Queen” Terus Berprogress, Mulai Adaptasi Jelang FIM MotoMini Malaysia
Angka tersebut juga menunjukkan perkembangan jika dibandingkan dengan catatan sebelumnya di Sepang.
Pada penampilan sebelumnya, Fiandra masih berada di kisaran 58 detik. Kini ia sudah mampu menembus 57,5 detik setelah hanya menjalani latihan sekitar dua hari di lintasan tersebut.
Menariknya, menurut Alvin, sebagian rider yang dihadapi Fiandra sudah lebih dahulu memiliki kesempatan berlatih secara rutin di Sepang.
“Overall dengan latihan dua hari saja di sini Fiandra bisa dapat 57,5. Tentunya sangat istimewa mengingat rider lain memang sudah lebih dahulu setiap hari latihan di sini,” ungkapnya.
Sementara itu, Race 2 belum memberikan hasil sebaik Race 1 bagi Fiandra.
Ia harus menyelesaikan balapan di posisi ke-10 setelah terlibat senggolan sesaat setelah start.
Meski demikian, insiden tersebut tidak menghapus catatan positif yang telah diperlihatkan sepanjang rangkaian balapan.
Firza sendiri juga terus menunjukkan proses adaptasinya. Finis P9 pada Race 1 dengan catatan waktu 59,0 detik menjadi bagian dari proses membangun pengalaman.
Yang membuat perjalanan keduanya semakin menarik adalah usia pengalaman mereka di dunia balap.
Fiandra dan Firza baru sekitar tiga hingga empat bulan mengenal kompetisi balap motor.
Karena itu, Sepang bukan hanya tentang mengejar posisi finis.
Ada proses membaca lintasan, memahami karakter balapan, menjaga konsistensi lap serta belajar mengambil keputusan ketika berada di tengah rombongan.
Bagi Bali Queen Racing Team, data dari Sepang menjadi modal penting untuk melihat sejauh mana perkembangan dua pembalap muda tersebut.
Satu hal yang jelas, 57,5 detik bukan sekadar angka bagi Fiandra. Itu menjadi salah satu penanda bahwa proses adaptasinya mulai menunjukkan hasil.


