Otoinfo.id – Performa impresif kembali ditunjukkan pebalap muda Indonesia M. Kiandra Ramadhipa pada putaran ketiga Moto3 Junior World Championship 2026 di Circuito de Jerez–Ángel Nieto, Spanyol. Meski gagal mengamankan podium akibat insiden dramatis di lap terakhir race kedua, pembalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) itu tetap membawa pulang sembilan poin penting yang menjaga peluangnya dalam perebutan gelar juara musim ini.
Akhir pekan di Jerez menjadi gambaran lengkap perjuangan Ramadhipa. Mulai dari tampil cepat saat sesi kualifikasi, bertarung di barisan depan, hingga harus menerima kenyataan pahit setelah terjatuh ketika podium sudah berada di depan mata.
Start Meyakinkan, Ramadhipa Tampil Cepat Sejak Kualifikasi
Sebelum balapan dimulai, Ramadhipa berhasil mencuri perhatian dengan mencatatkan performa apik di sesi kualifikasi. Pebalap asal Sleman, Yogyakarta, itu sukses mengamankan posisi start kelima, sebuah modal penting untuk bersaing di kelompok terdepan.
Namun, jalannya race pertama tidak berjalan sesuai harapan. Start yang kurang sempurna membuatnya kehilangan beberapa posisi pada tikungan-tikungan awal.
Meski sempat tercecer hingga posisi kedelapan, Ramadhipa tetap berusaha menjaga ritme balapan sambil mengejar rombongan terdepan.
Race Pertama Diwarnai Red Flag, Ramadhipa Amankan Poin Penting
Balapan pertama berlangsung dalam kondisi lintasan yang sangat panas dengan suhu aspal mendekati 44 derajat Celsius.
Persaingan sempat dihentikan akibat insiden yang melibatkan salah satu pebalap sehingga race harus diulang dengan durasi yang dipangkas menjadi 10 lap.
Setelah restart, Ramadhipa kembali memulai balapan dari posisi kedelapan. Persaingan yang ketat sempat membuatnya keluar dari posisi sepuluh besar.
Meski demikian, pembalap Honda Asia Dream Racing Junior Team menunjukkan ketenangan. Sedikit demi sedikit ia memperbaiki posisi hingga akhirnya menyentuh garis finis di urutan ketujuh.
Hasil tersebut memberikan tambahan sembilan poin yang sangat berarti dalam persaingan klasemen sementara.
Peluang Podium Sirna Akibat Insiden Lap Terakhir
Race kedua berlangsung hanya beberapa jam setelah balapan pertama dengan kondisi lintasan yang jauh lebih ekstrem.
Suhu aspal bahkan mencapai 60 derajat Celsius, membuat para pebalap harus bekerja lebih keras menjaga performa ban dan motor.
Berbeda dengan race pertama, kali ini Ramadhipa mampu melakukan start dengan sangat baik. Ia langsung bergabung dalam persaingan lima besar dan perlahan masuk ke perebutan posisi podium setelah dua rivalnya mengalami kecelakaan.
Mengendarai Honda NSF250RW, Ramadhipa terlihat nyaman bertarung di grup depan bahkan sempat berpeluang finis di tiga besar.
Sayangnya, keberuntungan belum berpihak kepada pembalap Indonesia tersebut.
Kontak di Lap Terakhir Gagalkan Podium
Saat memasuki lap terakhir, Ramadhipa mengalami kontak dengan pebalap lain yang mengenai sisi kanan motornya.
Benturan tersebut membuatnya terjatuh ketika peluang podium sudah berada di depan mata.
Meski mampu bangkit dan kembali melanjutkan balapan, Ramadhipa hanya mampu menyelesaikan race di posisi ke-21, sehingga gagal menambah poin pada balapan kedua.
Ramadhipa: Saatnya Bangkit di Magny-Cours
Ramadhipa mengaku kecewa dengan hasil race kedua, namun tetap mengambil sisi positif dari akhir pekan di Jerez.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi seri berikutnya.
“Race satu berjalan cukup sulit. Saya berusaha tetap berada di grup depan namun kesulitan menemukan ritme sehingga memilih mengamankan poin. Pada race kedua saya mencoba memimpin balapan, tetapi pada lap terakhir pebalap lain menabrak sisi kanan motor hingga saya terjatuh. Kini kami harus bekerja keras, baik fisik maupun mental, agar tampil lebih kuat di Magny-Cours,” ujar Ramadhipa.
Astra Honda Motor Tetap Optimistis
General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, menilai perjuangan Ramadhipa tetap layak diapresiasi meskipun hasil maksimal belum berhasil diraih.
Menurutnya, konsistensi dan perkembangan performa pembalap muda Indonesia tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi putaran selanjutnya.
“Ramadhipa mampu menunjukkan perjuangan yang solid dalam dua race berbeda. Kami akan terus memberikan dukungan agar ia semakin kompetitif dan mampu meraih hasil terbaik pada putaran berikutnya,” kata Andy.
Klasemen Masih Terbuka, Selisih Hanya Sembilan Poin
Tambahan sembilan poin dari Jerez membuat peluang Ramadhipa untuk bersaing memperebutkan gelar juara Moto3 Junior 2026 tetap terbuka lebar.
Saat ini, pembalap Indonesia itu menempati peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi 60 poin.
Ia hanya terpaut sembilan poin dari tiga pebalap yang sama-sama memimpin klasemen sementara, sehingga persaingan menuju gelar masih sangat kompetitif.
Fokus Putaran Berikutnya di Magny-Cours
Usai seri Jerez, seluruh tim akan bersiap menghadapi putaran keempat FIM MotoJunior World Championship 2026 yang akan berlangsung di Circuit de Nevers Magny-Cours, Prancis, pada 24–26 Juli 2026, sebelum kompetisi memasuki jeda musim panas.
Sirkuit Magny-Cours akan menjadi kesempatan bagi Ramadhipa untuk bangkit sekaligus memangkas selisih poin dari para pemuncak klasemen.
Jerez menghadirkan dua cerita berbeda bagi M. Kiandra Ramadhipa. Di satu sisi, ia berhasil mengamankan poin penting melalui finis ketujuh pada race pertama. Di sisi lain, insiden pada lap terakhir race kedua menggagalkan peluang podium yang sudah di depan mata.
Meski demikian, hasil di Jerez belum mengubah peta persaingan secara signifikan. Dengan selisih hanya sembilan poin dari pimpinan klasemen, Ramadhipa masih memiliki peluang besar untuk kembali bersaing memperebutkan gelar Moto3 Junior World Championship 2026 saat balapan berlanjut di Magny-Cours.
