
Otoinfo.id-Fithian Malik Haris bangga bilang bila Ninja TU ini garapan anak kampung. “Asli, ini garapan anak saya punya kampung. Namanya Ari biasa dipanggil Ciming, bengkelnya namanya Ads29,”kata Fithian yang punya kampung di Banjar Patroman, Jabar sono. Makin bangga, Ninja TU karya anak kampung ni mesti tergolong pendatang baru sudah punya best time 6,8 detik. “Yup, tepatnya di event RTP Cup Meikarta awal tahun lalu dibawa sama Octo Zalva,”lanjut Fithian yang juga masih anak kuliahan.

Baca Juga : Drag Bike 2019 : MH Racing, New Comer Besutan Anak Kuliahan Berani Kasih Lawan
Best time segitu, boleh diklaim kompetitif pada persaingan kelas sport 2T 155 cc TU yang ketat. Tak asal klaim, tapi terbukti bisa podium ketiga di event Gadhuro Drag Bike seri ke-2 di Magelang, Jateng akhir pekan lalu (7/4). Bukan tidak mungkin, di event berikutnya, Ninja TU dengan kelir khas merah ini bisa bikin Ninja TU korekan mekanik papan atas sekelas M. Yusron (Alifka Motor), Yuda Kemo Sanjaya), Potter (OTD), AB. Bendol (ABRT20), Ari (V-Reinz Racing) bertekuk lutut. Nama-nama yang disebut itu, boleh dikalim pemain utama di spek itu saat ini.


Baca Juga : Tips: Wow! Pakai ECU aRacer RC Mini 4C di FU-FI Bikers FICI Kagum, Power Naik 1 DK!
“Motor ini pake head ori dealer jadi nggak dirubah squish. Makanya, motornya smooth dibawah tapi punya putaran atas. Tambaah lagi pake CDI ori cabutan RGR asli, ini karakternya buat joki pemula sih jada dikasih smooth,”ungkap Ari yang memainkan tinggi exsos 28 mm, transfer 41mm. Hal itu juga diakui oleh Octo bawa karakternya smooth memang cocok dan mudah dibawa.

“Kalo ada revisi paling kecil-kecil aja, seperti nyoba-nyoba setting head yang kita rubah nanti. Tapi Alhamdulilah masih konsisten di 6,9 -7.0 detik. Penginny sih konstan 6,8 kaya pas waktu di Meikarta gelaran RTP Cup, Ninja TU ini best time. Hehe,”tukas Ciming. Mantap! Wawan
Baca Juga :
Tips : Mengatasi Oli Mesin Motor Rembes Tanpa Ganti Paking!

