Otoinfo – Mobil listrik semakin populer di dunia, karena mereka menawarkan berbagai keuntungan, seperti hemat bahan bakar, ramah lingkungan, dan biaya perawatan yang rendah. Namun, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh pengguna mobil listrik adalah jangkauan baterai, yaitu seberapa jauh mobil bisa melaju dengan sekali pengisian daya.
Jangkauan baterai sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi cuaca, gaya berkendara, dan standar pengujian yang digunakan.
Salah satu produsen mobil yang berusaha meningkatkan jangkauan baterai mobil listriknya adalah Chery, sebuah perusahaan otomotif asal China.
Chery baru-baru ini meluncurkan mobil listrik terbarunya, yaitu Chery Omoda E5, yang diklaim mampu melaju hingga 430 km dengan pengujian WLTP dan 505 km dengan NEDC.
Apa itu WLTP dan NEDC? Dan bagaimana Chery Omoda E5 bisa mencapai jangkauan baterai yang mengesankan tersebut? Mari kita bahas lebih lanjut dalam artikel ini.
Apa itu WLTP dan NEDC?
WLTP dan NEDC adalah dua standar pengujian yang digunakan untuk mengukur konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang dari kendaraan bermotor.
WLTP singkatan dari Worldwide Harmonized Light Vehicles Test Procedure, sedangkan NEDC singkatan dari New European Driving Cycle. Kedua standar ini memiliki perbedaan dalam hal metode, durasi, dan kondisi pengujian.
WLTP adalah standar pengujian yang lebih baru dan lebih ketat, yang mulai diterapkan di Uni Eropa pada tahun 2017. WLTP menggunakan siklus pengujian yang lebih panjang, lebih realistis, dan lebih bervariasi, yang mencerminkan kondisi berkendara sehari-hari di berbagai negara.
WLTP juga memperhitungkan faktor-faktor seperti berat kendaraan, aerodinamika, dan peralatan tambahan yang mempengaruhi konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang.
NEDC adalah standar pengujian yang lebih lama dan lebih longgar, yang mulai diterapkan di Uni Eropa pada tahun 1992. NEDC menggunakan siklus pengujian yang lebih pendek, lebih idealis, dan lebih seragam, yang tidak mencerminkan kondisi berkendara sehari-hari di berbagai negara.
NEDC juga tidak memperhitungkan faktor-faktor seperti berat kendaraan, aerodinamika, dan peralatan tambahan yang mempengaruhi konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang.
Karena perbedaan antara WLTP dan NEDC, hasil pengujian dari kedua standar ini biasanya berbeda. Secara umum, WLTP memberikan hasil yang lebih rendah dan lebih akurat, sedangkan NEDC memberikan hasil yang lebih tinggi dan lebih optimis.
Oleh karena itu, WLTP dianggap sebagai standar pengujian yang lebih dapat dipercaya dan relevan untuk konsumen.
Bagaimana Chery Omoda E5 Bisa Melaju 430 km dengan Pengujian WLTP dan 505 km dengan NEDC?
Chery Omoda E5 adalah mobil listrik yang diluncurkan oleh Chery pada bulan Desember 2020. Mobil ini merupakan bagian dari seri Omoda, yang merupakan merek baru dari Chery yang berfokus pada kendaraan listrik dan hibrida.
Chery Omoda E5 memiliki desain yang elegan, modern, dan sporty, dengan lampu LED, grille depan berbentuk V, dan velg 17 inci. Mobil ini juga dilengkapi dengan fitur-fitur canggih, seperti layar sentuh 10,25 inci, sistem infotainment, kamera 360 derajat, dan sistem keamanan aktif dan pasif.
Namun, yang paling menarik dari Chery Omoda E5 adalah jangkauan baterainya, yang diklaim mampu melaju hingga 430 km dengan pengujian WLTP dan 505 km dengan NEDC.
Ini adalah angka yang sangat mengesankan, mengingat rata-rata jangkauan baterai mobil listrik di pasar saat ini adalah sekitar 300 km. Bagaimana Chery Omoda E5 bisa mencapai jangkauan baterai yang tinggi tersebut?
Jawabannya terletak pada teknologi baterai yang digunakan oleh Chery Omoda E5, yaitu baterai lithium-ion fosfat besi (LFP). Baterai LFP adalah jenis baterai yang memiliki keunggulan dalam hal kepadatan energi, kestabilan termal, dan umur pakai.
Baterai LFP juga lebih aman, lebih murah, dan lebih ramah lingkungan daripada baterai lithium-ion konvensional.
Chery Omoda E5 menggunakan baterai LFP dengan kapasitas 70,1 kWh, yang diproduksi oleh perusahaan baterai terkemuka di China, yaitu CATL.
Baterai ini memiliki efisiensi energi yang tinggi, yaitu sekitar 90%, yang berarti bahwa sebagian besar energi yang tersimpan di baterai dapat digunakan untuk menggerakkan mobil.
Baterai ini juga memiliki daya tahan yang baik, yaitu sekitar 2.000 siklus pengisian daya, yang berarti bahwa baterai dapat bertahan hingga 10 tahun dengan penggunaan normal.
Selain itu, Chery Omoda E5 juga menggunakan motor listrik yang kuat, yaitu motor induksi asinkron tiga fase, yang diproduksi oleh perusahaan motor listrik terkemuka di China, yaitu Jing-Jin Electric. Motor ini memiliki keunggulan dalam hal efisiensi, keandalan, dan kebisingan.
Motor ini dapat menghasilkan tenaga maksimum 150 kW (204 PS) dan torsi maksimum 300 Nm, yang membuat Chery Omoda E5 dapat berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam 8,9 detik dan mencapai kecepatan maksimum 160 km/jam.
Dengan kombinasi baterai LFP dan motor listrik yang unggul, Chery Omoda E5 dapat mencapai jangkauan baterai yang luar biasa, yaitu 430 km dengan pengujian WLTP dan 505 km dengan NEDC.
Ini membuat Chery Omoda E5 menjadi salah satu mobil listrik dengan jangkauan baterai terpanjang di dunia, yang dapat memenuhi kebutuhan berkendara sehari-hari dan jarak jauh.
Chery Omoda E5 adalah mobil listrik yang menawarkan jangkauan baterai yang tinggi, yaitu 430 km dengan pengujian WLTP dan 505 km dengan NEDC.
Ini berkat teknologi baterai LFP dan motor listrik yang digunakan oleh mobil ini, yang memiliki keunggulan dalam hal kepadatan energi, efisiensi, dan kestabilan.
Omoda E5 juga memiliki desain yang menarik dan fitur-fitur canggih, yang membuatnya menjadi mobil listrik yang layak dipertimbangkan. Otoinfo

