Otoinfo.id – Ajang Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) 2025 kembali digelar di tanah air, tepatnya di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, dan menjadi sorotan publik otomotif Indonesia.

Namun yang menarik perhatian bukan hanya adu cepat di lintasan, melainkan bagaimana PT Astra Honda Motor (AHM) kembali menunjukkan hasil nyata dari pembinaan balap jangka panjang melalui Astra Honda Racing School (AHRS). Para alumninya kini unjuk gigi di kancah Asia dan membuktikan potensi luar biasa yang dimiliki generasi muda Indonesia.
AHRS: Pilar Pembinaan Balap Nasional ke Level Asia
Dari Sekolah ke Sirkuit Asia
AHRS bukan sekadar program pelatihan, tapi merupakan ladder system profesional yang membina anak-anak muda sejak dini untuk siap bersaing di level internasional. Dalam putaran kelima IATC 2025 di Mandalika, 5 pebalap muda binaan AHM tampil membawa bendera Indonesia:
- Nelson Cairoli Ardheniansyah
- Davino Britani
- Muhammad Badly Ayatullah
- Alvaro Mahendra
- Bintang Pranata Sukma (wildcard)
Semua adalah hasil tempaan dari sistem pelatihan komprehensif AHRS yang menekankan pada teknik, fisik, dan mental balap.
Hasil Mengesankan: Poin, Performa, dan Mental Petarung
Nelson Cairoli: Konsisten dan Kian Matang
Nelson mencuri perhatian di Mandalika dengan finis P10 di Race 2, meraih 6 poin dan mencatat progres signifikan. Ia kini berada di posisi ke-14 klasemen sementara dengan total 31 poin.
“Saya puas karena bisa progres. Seri ini jadi langkah besar buat saya,” – Nelson
Davino Britani: Nyaris Podium, Performa Terbaik Musim Ini
Start dari posisi ke-10 dan menyelesaikan lomba di P4, Davino menunjukkan determinasi dan skill luar biasa. Ia hanya terpaut kurang dari setengah detik dari pemenang lomba.
Alvaro Mahendra: Lonjakan Signifikan
Start dari grid ke-18 dan finis di posisi ke-10, Alvaro menunjukkan pace dan adaptasi cepat sepanjang race weekend.
Bintang Pranata (Wildcard): Adaptasi Positif
Meski baru pertama kali ikut balapan IATC, Bintang sukses finis di posisi ke-17 meskipun harus menjalani long lap penalty.
Badly Ayatullah: Fokus Seri Terakhir
Meski absen karena terjatuh saat kualifikasi, Badly masih memiliki peluang besar di seri final Sepang.
“Saya akan berjuang maksimal di Sepang demi posisi Top 3 klasemen,” Badly Ayatullah
Lebih dari Balapan: AHRS Bangun Mentalitas Kompetitif Sejak Dini
Keunggulan para pebalap AHRS tak hanya terlihat dari hasil balapan, tapi juga dari:
- Kemampuan teknis dan strategi balap
- Mental kompetitif dan adaptasi cepat di berbagai sirkuit Asia
- Rasa bangga membawa bendera Merah Putih ke pentas internasional
Inilah nilai lebih dari program pembinaan AHM membangun karakter juara, bukan hanya mencari podium.
AHM: Komitmen Jangka Panjang untuk Dunia Balap Indonesia
Sebagai main brand yang konsisten membina bibit muda, Astra Honda Motor menjadi garda terdepan industri balap motor nasional. Melalui AHRS, AHM tidak hanya mempersiapkan atlet, tetapi juga membuka jalan nyata menuju MotoGP dan balapan dunia lainnya.
Kenapa Ini Lebih Penting dari Sekadar Poin?
Dalam jangka panjang, hadirnya Nelson, Davino, Alvaro, Badly, dan Bintang di IATC menjadi simbol dari investasi jangka panjang AHM dalam talenta lokal.
Dengan kurikulum bertaraf internasional di AHRS, Astra Honda Motor memastikan regenerasi talenta terus berjalan, dan Indonesia tidak hanya jadi tuan rumah, tapi juga pemain penting di balap Asia dan dunia.
Mandalika Bukan Titik Akhir, Tapi Awal Perjalanan Internasional
Kiprah para pebalap AHRS di Mandalika menegaskan satu hal penting: masa depan balap motor Indonesia berada di jalur yang benar. Berkat pembinaan dari Astra Honda Motor, generasi muda seperti Nelson dan Davino punya panggung untuk berkembang dan bersinar.
Dan ini baru permulaan. Masih ada satu seri penutup di Sepang. Siapakah yang akan bersinar?


