Otoinfo.id – Nasib sial kembali menimpa Francesco “Pecco” Bagnaia pada seri MotoGP terbaru. Start dari posisi ketiga, sang juara dunia dua kali justru harus mengakhiri balapan lebih cepat akibat masalah ban belakang yang tak terduga.

Alih-alih bersaing memperebutkan podium, Bagnaia justru melorot hingga lebih dari sepuluh posisi di awal balapan. Ban belakangnya yang licin membuatnya kehilangan traksi, hingga motor Ducati melintang di tengah lintasan. Situasi itu langsung merusak ritme balapannya.
“Segalanya berjalan fantastis akhir pekan ini. Tapi pada lap pemanasan, saya tidak tahu apa yang terjadi. Setelah tiga lap, ban belakang saya sudah berlubang,” ujar Bagnaia kepada DAZN, dengan nada kecewa sekaligus kebingungan.
Michelin Jadi Sorotan, Pirelli Siap Menggantikan
Kritik terhadap Michelin, pemasok ban tunggal MotoGP, memang kerap terdengar. Namun, para pembalap biasanya berhati-hati agar tidak mengeluarkan komentar terlalu keras, mengingat kontrak resmi masih berlaku hingga 2027 sebelum digantikan oleh Pirelli.
Kali ini, Bagnaia mencoba menahan diri, meski jelas kekecewaannya tak bisa disembunyikan.
“Lalu, di lintasan lurus, motor bergerak sangat cepat, sampai saya tidak bisa mengerem karena bantalannya terbuka. Tim tidak melihat apa-apa, hanya saja motornya tidak stabil,” tambahnya.
Ia pun menegaskan bahwa perlu ada penjelasan teknis yang jelas dari Michelin maupun tim Ducati. “Saya berhenti karena merasa gangguan sudah berlebihan. Saya butuh insinyur untuk menjelaskan karena itu sangat aneh dan perlu mengetahui apa yang harus dilakukan untuk lebih baik.”
Baca Juga: Marquez Akui Bagnaia Rival Terberat di MotoGP Austria, Bukan Sang Adik
Musim Sulit untuk Bagnaia
Musim 2025 ini memang menjadi salah satu musim tersulit bagi Bagnaia sejak naik ke kelas premier. Meski pernah mendominasi di awal, kini ia sering dirundung masalah teknis maupun performa yang tidak konsisten.
“Saya cukup yakin kecepatannya ada di sana. Sensasinya, hingga sprint, tak terkalahkan. Setelah itu, kami juga harus berharap keadaan eksternal akan membaik,” ucapnya mencoba tetap optimis.
Baca Juga: Jorge Martín Ungkap: “Lebih Berat Finis P15 Sekarang daripada Rebut Pole Tahun Lalu”
Namun, Bagnaia juga mengakui bahwa nasib buruk seakan sulit diubah musim ini. “Saya mengharapkan punya pace untuk memperebutkan podium, tapi sayangnya, tidak ada yang berfungsi. Jadi kita lihat saja jika bisa berbuat lebih baik saat balapan besok,” pungkasnya.
Insiden ban belakang yang berlubang hanya dalam tiga lap tentu menjadi pukulan telak bagi Bagnaia. Bukan hanya membuatnya kehilangan poin berharga, tetapi juga semakin memperpanjang daftar kekecewaan musim ini. Dengan pergantian pemasok ban ke Pirelli pada 2027, banyak pihak kini mempertanyakan apakah masalah seperti ini bisa segera diatasi agar tidak merusak jalannya kejuaraan.


