Otoinfo.id – Manajer Tim Pramac Racing, Fonsi Nieto, memberikan pandangannya tentang keputusan Ducati yang memilih Marc Marquez daripada Jorge Martin untuk bergabung dengan tim pabrikan mereka.
Dalam wawancaranya dengan media Europa Press, Nieto mengungkapkan bahwa meskipun kehilangan Martin merupakan keputusan yang sulit, pilihan Ducati untuk Marquez sangat bisa dimengerti.
Nieto menjelaskan bahwa meskipun Martin memiliki bakat luar biasa dan baru saja menjuarai MotoGP 2024, karier Marquez jauh lebih mentereng. Sejak debutnya di MotoGP pada 2013, Marquez telah mengoleksi enam gelar juara dunia MotoGP, serta dua gelar lainnya di kategori yang lebih rendah. Perbandingan jumlah gelar ini membuat Ducati tidak ragu untuk memilih Marquez yang memiliki daya tarik luar biasa di dunia balap motor.
“Marc Marquez adalah juara dunia delapan kali, dengan daya tarik yang besar. Setiap kali dia berada di sirkuit, dia selalu diperhitungkan untuk meraih gelar juara,” kata Nieto. Keputusan Ducati untuk merekrut Marquez juga membuka potensi persaingan seru antara Marquez dan Francesco Bagnaia, sementara Jorge Martin juga akan berjuang untuk meraih kemenangan di tim baru bersama Aprilia Racing.
Martin, yang tak terpilih oleh Ducati, akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan tim pabrikan Aprilia Racing, dengan harapan dapat mempertahankan gelar juaranya di musim depan. Di sisi lain, Pramac Racing memulai perjalanan baru dengan memilih Yamaha sebagai mitra di MotoGP 2025, setelah memutuskan untuk tidak melanjutkan kerja sama dengan Ducati.
Dengan persaingan yang semakin sengit di musim 2025, MotoGP dipastikan akan menjadi lebih menarik dengan kehadiran Marquez di Ducati, Bagnaia yang siap mempertahankan gelarnya, serta Martin yang bergabung dengan Aprilia.
