
Otoinfo.id – Penampilan impresif ditunjukkan Arkana pada Final Region Motoprix 2026 di Semarang. Pembalap asal Jawa Barat tersebut berhasil mengunci gelar Champion Rookie Region B setelah tampil kompetitif dan memenangkan Race 2.
Keberhasilan Arkana tidak lepas dari performa Yamaha MX King yang menjadi tunggangannya. Motor tersebut merupakan hasil racikan Konar dengan sejumlah penyesuaian yang ditujukan untuk menunjang kebutuhan balap di lintasan.
Menariknya, salah satu perhatian utama dalam racikan MX King tersebut bukan sekadar mengejar tenaga besar, melainkan bagaimana tenaga mesin bisa dimanfaatkan secara optimal melalui pengaturan rasio.

Yamaha MX King yang digunakan Arkana disebut memiliki output tenaga sekitar 21 HP dengan torsi mencapai 14,7 Nm. Angka tersebut menjadi salah satu modal untuk menghadapi persaingan di kelas Rookie.
Namun, tenaga besar saja tidak cukup untuk memastikan performa maksimal di lintasan. Karakter mesin harus disesuaikan dengan kebutuhan pembalap dan kondisi trek.
Konar mengungkapkan bahwa fokus utama dalam proses setting motor berada pada bagian rasio.

“Fokusnya rasio. Kita custom request ke Trastar,” ungkap Konar.
Pengaturan tersebut dilakukan agar distribusi tenaga mesin dapat dimanfaatkan secara efektif ketika motor berakselerasi. Rasio yang tepat juga berperan dalam menentukan respons motor saat keluar dari tikungan maupun ketika membutuhkan akselerasi menuju sektor berikutnya.
Dengan karakter balap yang membutuhkan respons cepat, pemilihan rasio menjadi bagian penting dalam menentukan performa keseluruhan motor.
Selain melakukan penyesuaian rasio, bagian final gear pada MX King Arkana juga menggunakan kombinasi sprocket 13-44 dari Koizumi.
Kombinasi tersebut menjadi bagian dari keseluruhan setup yang disiapkan Konar untuk menghadapi Final Region Motoprix 2026 di Semarang.
Pemilihan final gear tentu bukan sekadar angka di atas kertas. Perbandingan sprocket turut memengaruhi karakter akselerasi dan respons motor ketika digunakan di lintasan.
Dengan kombinasi mesin yang diklaim menghasilkan 21 HP dan torsi 14,7 Nm, ditambah setting rasio serta final gear 13-44, MX King Arkana mampu menunjukkan performa kompetitif sepanjang balapan.
Hasil akhirnya pun menjadi bukti dari paket motor dan pembalap yang bekerja secara optimal. Arkana berhasil memenangkan Race 2 sekaligus memastikan dirinya menjadi Champion Rookie Region B pada Final Region Motoprix 2026.
Gelar tersebut menjadi pencapaian penting bagi pembalap asal Jawa Barat tersebut. Di sisi lain, performa MX King racikan Konar juga menunjukkan bahwa detail pada sektor drivetrain, terutama rasio dan final gear, dapat menjadi bagian penting dalam membangun motor balap yang kompetitif.
Kemenangan Arkana di Semarang sekaligus memperlihatkan bagaimana kombinasi kemampuan pembalap dan setting motor yang tepat dapat menghasilkan performa maksimal di lintasan.

