OTOINFO.ID – Yamaha RX-King memang punya hubungan istimewa dengan suara knalpot. Bagi sebagian penggemarnya, semakin nyaring suaranya, semakin terasa aura sang Raja Jalanan. Namun, bagaimana kalau RX-King ingin tampil lebih sopan tanpa kehilangan karakter galaknya?
Nah, SMR Muffler melalui New SMR Project mencoba menjawab kebutuhan tersebut lewat knalpot RX-King tipe peredam.
Menariknya, pengembangan produk ini berada di tangan Syamsul Arifin, generasi kedua pemilik brand SMR Muffler. Ia melihat bahwa selera penggemar RX-King kini semakin beragam.
Ada yang masih menyukai suara garang. Ada pula yang ingin menikmati sensasi mesin 2-tak tanpa harus membuat tetangga hafal jadwal keberangkatannya. Dua Karakter Suara, Satu Semangat RX-King Syamsul menjelaskan bahwa New SMR Project mengembangkan knalpot berdasarkan permintaan pasar sekaligus kebutuhan pengguna RX-King masa kini.

“Kita mengikuti permintaan pasar dan pengembangan knalpot RX-King di zaman sekarang,” ungkap Syamsul kepada OTOINFO. SMR menawarkan dua karakter suara, yakni tipe sopan atau peredam dan tipe berisik untuk penggemar suara knalpot yang lebih agresif.
Khusus tipe peredam, SMR menggunakan sistem glasswool tanpa sekat. Produsen juga mengubah ukuran tabung dan leher knalpot sebagai bagian dari pengembangan konstruksinya.
Targetnya bukan hanya penghobi restorasi, tetapi juga pengguna harian yang tetap ingin mempertahankan karakter RX-King. Konstruksi Tebal, Siap Diajak Touring?
Dari sisi material, SMR menawarkan dua pilihan. Versi plat besi menggunakan ketebalan 1,2 mm, sedangkan versi stainless memakai material 0,8 mm.
Syamsul mengaku memberi perhatian khusus pada kekuatan pelindung dan dudukan knalpot. Alasannya sederhana: produk ini juga menyasar pengguna yang gemar touring jarak jauh.
SMR bahkan lebih banyak menguji produknya melalui perjalanan langsung daripada pengujian laboratorium.
Namun, ada catatan menarik. Syamsul menyarankan penggantian glasswool setiap bulan. Artinya, calon pembeli juga perlu mempertimbangkan perawatan rutin, bukan hanya penampilan dan harga pembelian.
Tenaga Tengah-Atas, Mana Bukti Dynonya? Inilah bagian yang paling menarik untuk kita kritisi.
Syamsul menyebut karakter tenaga knalpot SMR cenderung mengisi putaran menengah hingga atas. Menurutnya, tipe peredam juga memengaruhi respons gas, sedangkan konsumsi bahan bakar tetap bergantung pada setelan karburator.
SMR pernah mencatat angka dyno 25,5 HP. Namun, Syamsul secara terbuka menjelaskan bahwa angka tersebut berasal dari pengujian knalpot tipe berisik, bukan tipe peredam yang sedang kita bahas.
Jadi, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa knalpot peredam ini menghasilkan tenaga 25,5 HP. Pengujian pembanding dengan kondisi mesin yang sama masih diperlukan untuk mengetahui karakter performanya secara objektif.
Begitu pula soal tingkat kebisingan. SMR belum menyampaikan hasil pengukuran desibel untuk membuktikan seberapa jauh suara knalpot berhasil diredam.
Harga Mulai Rp2,8 Juta, Layak Dilirik? New SMR Project memasarkan versi plat besi seharga Rp2,8 juta dan stainless Rp3,5 juta.
Harga tersebut sudah mencakup leher cincin dan satu set tameng knalpot. SMR juga menawarkan penggantian produk baru apabila knalpot mengalami penyok akibat kesalahan penanganan selama pengiriman.
Dengan harga tersebut, konsumen tentu berhak berharap lebih dari sekadar tampilan krom yang mengilap. Kualitas konstruksi, ketahanan, kemudahan perawatan, serta karakter tenaga menjadi faktor penting untuk menilai kelayakannya.
Catatan OTOINFO: Kehadiran knalpot peredam New SMR Project menunjukkan bahwa budaya RX-King terus berkembang. Tidak semua penggemar mesin 2-tak ingin tampil dengan suara menggelegar.
Namun, soal performa dan efektivitas peredaman, pengujian langsung tetap menjadi hakim terbaik. Sebab RX-King boleh belajar sopan. Tetapi kalau urusan tenaga sampai kehilangan wibawa, tentu penggemarnya bisa protes. Hehehe!
