Otoinfo.id-Mobil hybrid kini semakin banyak dipilih karena menawarkan perpaduan antara mesin bensin dan motor listrik. Teknologi ini membuat kendaraan lebih efisien sekaligus tetap memiliki performa yang mumpuni. Namun, ada satu komponen yang perlu mendapat perhatian khusus, yaitu baterai mobil hybrid. Meski dirancang untuk digunakan dalam jangka panjang, kapasitas baterai HEV tetap bisa menurun seiring usia dan pemakaian kendaraan. Menariknya, baterai hybrid yang mulai melemah biasanya tidak langsung mati total. Ada sejumlah gejala yang bisa dirasakan pengemudi sebelum kerusakannya semakin parah.
Mesin Bensin Jadi Lebih Sering Menyala
Salah satu tanda awal baterai mobil hybrid mulai melemah adalah mesin bensin lebih sering aktif. Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), Jayan Sentanuhady, menjelaskan bahwa ketika kemampuan baterai menyimpan daya mulai berkurang, jarak tempuh menggunakan motor listrik juga ikut menurun. Akibatnya, mesin pembakaran internal harus lebih sering mengambil alih tugas motor listrik.
Mode EV Mulai Jarang Aktif
Pada kondisi normal, sistem hybrid akan mengatur penggunaan mesin dan motor listrik secara otomatis. Ketika baterai masih sehat, kendaraan dapat menggunakan tenaga listrik pada kondisi tertentu, terutama saat kecepatan rendah atau ketika beban mesin ringan. Sebaliknya, baterai yang mulai melemah membuat mode EV lebih jarang aktif, meskipun gaya berkendara pengemudi tidak mengalami perubahan. Gejala lain yang dapat muncul adalah tenaga kendaraan terasa menurun dan motor listrik tidak lagi memberikan bantuan secara optimal ketika mobil membutuhkan akselerasi.
Indikator Baterai Naik-Turun Tidak Normal
Pemilik mobil hybrid juga sebaiknya memperhatikan indikator kapasitas baterai di panel instrumen. Jika indikator baterai terlihat naik dan turun secara tidak wajar, kondisi tersebut patut dicurigai sebagai salah satu tanda adanya penurunan kemampuan baterai. Memang, perubahan indikator tidak selalu berarti baterai rusak. Namun, jika disertai mesin yang lebih sering menyala, performa menurun, atau mode EV semakin jarang aktif, pemeriksaan sebaiknya segera dilakukan.
Lampu Warning Hybrid Menyala
Tanda yang lebih mudah dikenali adalah munculnya lampu peringatan sistem hybrid pada dashboard. Manager Domo Hybrid EV, Andrew Jonathan, menjelaskan bahwa setiap pabrikan memiliki kode atau pesan peringatan yang berbeda ketika komputer kendaraan mendeteksi gangguan pada sistem hybrid.
Toyota Bisa Muncul “Check Hybrid System”
Pada sejumlah mobil Toyota, misalnya, gangguan sistem hybrid dapat ditandai dengan pesan “Check Hybrid System”. Sementara itu, mobil Honda dengan teknologi Integrated Motor Assist (IMA), seperti Honda CR-Z, dapat menampilkan peringatan terkait “IMA System”. Ketika indikator tersebut menyala, pemilik sebaiknya tidak mengabaikannya. Sistem perlu diperiksa menggunakan alat diagnostik untuk mengetahui sumber masalah secara lebih akurat.
Satu Modul Drop Bisa Bikin Sistem Bermasalah
Menariknya, kerusakan baterai hybrid tidak selalu terjadi pada seluruh modul secara bersamaan. Paket baterai HEV terdiri dari sejumlah modul yang bekerja secara terhubung. Pada Toyota Camry, misalnya, paket baterainya terdiri dari 34 modul yang tersusun secara seri. Apabila salah satu modul mengalami penurunan kapasitas secara signifikan, komputer kendaraan sudah dapat mendeteksi adanya ketidakseimbangan.
Komputer Mobil Memantau Keseimbangan Tegangan
Sistem hybrid modern dilengkapi komputer yang terus memantau kondisi setiap modul baterai. Tujuannya untuk memastikan tegangan dan kapasitas antar-modul tetap berada dalam kondisi seimbang. Ketika satu modul mengalami penurunan performa yang cukup jauh dibandingkan modul lainnya, sistem dapat memunculkan indikator peringatan. Bahkan, komputer kendaraan bisa membatasi kinerja sistem hybrid sebagai langkah perlindungan agar kerusakan tidak berkembang menjadi lebih serius.
Jangan Langsung Berpikir Harus Ganti Satu Paket
Munculnya warning system bukan berarti pemilik mobil harus langsung mengganti seluruh baterai hybrid. Teknisi perlu melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi masing-masing modul, tegangan, kapasitas, serta keseimbangan baterai. Dalam kasus tertentu, masalah dapat berasal dari satu atau beberapa modul yang mengalami penurunan kemampuan. Karena itu, diagnosis yang tepat menjadi langkah penting sebelum menentukan tindakan perbaikan.
Kenali Gejala Sebelum Biaya Membengkak
Baterai merupakan salah satu komponen penting sekaligus mahal pada kendaraan hybrid. Karena itu, pemilik sebaiknya tidak menunggu sampai sistem mengalami kerusakan berat. Jika mesin bensin mulai terlalu sering menyala, mode EV semakin jarang aktif, indikator baterai tidak normal, tenaga berkurang, atau lampu peringatan hybrid muncul, segera lakukan pemeriksaan. Dengan mendeteksi gejala sejak awal, pemilik kendaraan memiliki peluang lebih besar untuk menentukan solusi yang sesuai dan mencegah kerusakan sistem hybrid menjadi semakin luas. Pada akhirnya, baterai mobil hybrid memang bisa “minta jajan”, tetapi bukan berarti harus langsung ganti satu paket. Pemeriksaan menyeluruh menjadi kunci untuk mengetahui komponen mana yang sebenarnya bermasalah.


