Otoinfo.id-Dunia otomotif tidak selalu langsung percaya pada sesuatu yang baru. Ketika sebuah produk hadir dengan konsep sederhana namun membawa klaim mampu memberikan perubahan pada performa mesin, pertanyaan dan keraguan publik menjadi hal yang sulit dihindari.

Hal tersebut pula yang pernah dihadapi Indra Santoso atau yang akrab disapa Koh Indra, periset sekaligus penemu Kabelsetan. Produk yang secara tampilan terlihat seperti kabel biasa itu sempat membuat banyak orang bertanya-tanya.
Bagaimana mungkin sebuah kabel yang melintas di sistem kelistrikan kendaraan bisa memberikan pengaruh terhadap performa mesin?
Pertanyaan itulah yang kemudian menjadi tantangan panjang bagi Koh Indra. Baginya, kepercayaan tidak cukup dibangun melalui kata-kata. Manfaat sebuah produk harus bisa dijelaskan, dikaji dan yang paling penting, dibuktikan melalui penggunaan serta pengujian.
Bukan Sekadar Kabel Biasa
Kabelsetan dikembangkan sebagai kabel penghubung yang ditujukan untuk memaksimalkan fungsi koil pada sistem pengapian kendaraan.
Secara prinsip, kabel ini berperan dalam membantu membuat aliran setrum dari aki menuju koil menjadi lebih stabil dan teratur. Dari proses tersebut, kerja koil diharapkan menjadi lebih optimal dalam menghasilkan tegangan pengapian yang kemudian diteruskan menuju busi.
Pengapian yang lebih optimal inilah yang diyakini dapat memberikan respons pembakaran yang lebih baik sehingga karakter performa mesin ikut berubah.
Namun, menjelaskan konsep tersebut kepada publik tentu bukan perkara mudah.
Bagi sebagian orang, bentuk Kabelsetan yang sederhana justru menjadi alasan munculnya keraguan. Apalagi di tengah banyaknya produk aftermarket yang menawarkan peningkatan performa dengan berbagai teknologi dan tampilan yang lebih kompleks.
Koh Indra memilih menghadapi keraguan tersebut dengan cara berbeda.
Ia terus melakukan kajian dan pengujian untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang muncul dari masyarakat maupun pengguna.
Perjalanan Membuktikan Tidak Bisa Instan
Bagi Koh Indra, perjalanan Kabelsetan untuk mendapatkan kepercayaan publik bukan sesuatu yang bisa dilakukan dalam waktu singkat.
Dibutuhkan proses panjang untuk membuat orang yang awalnya ragu akhirnya mau mencoba, kemudian merasakan dan menilai sendiri perubahan yang terjadi pada kendaraan mereka.
“Itulah nilai kepuasan dan tantangan yang harus saya hadapi. Bersyukur bisa dibuktikan, seperti juga di MX King Alfi Husni yang dalam dua tahun berturut-turut meraih gelar juara Asia,” tegas Koh Indra.
Nama Alfi Husni menjadi salah satu cerita yang menarik dalam perjalanan tersebut.
Pembalap asal Bandung yang memperkuat persaingan di kelas UB150 Asia Road Racing Championship atau ARRC itu berhasil meraih gelar juara Asia dalam dua tahun berturut-turut. Motor MX King yang digunakan Alfi Husni juga menjadi salah satu bagian dari perjalanan pembuktian yang membuat Koh Indra semakin percaya diri terhadap hasil risetnya.
Bagi Koh Indra, pencapaian tersebut bukan semata-mata untuk menunjukkan bahwa Kabelsetan menjadi satu-satunya faktor keberhasilan sebuah motor balap.
Lebih dari itu, prestasi di lintasan menjadi bagian dari rangkaian pengalaman dan pengujian yang dapat menjadi bahan evaluasi terhadap teknologi yang dikembangkannya.
Konsisten Melibatkan Kalangan Akademisi
Hal menarik dari perjalanan Koh Indra adalah pilihannya untuk tidak berhenti pada pengalaman di lapangan.
Ia juga rutin melakukan kajian ilmiah bersama kalangan akademisi, termasuk mahasiswa dan dosen.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena pengembangan teknologi otomotif membutuhkan proses pengujian yang berkelanjutan. Pengalaman pengguna di lapangan dapat menjadi bahan awal, sementara kajian akademis membantu melihat fenomena tersebut dari sisi teknis yang lebih terukur.
Bagi Koh Indra, proses inilah yang menjadi bagian dari perjalanan panjang Kabelsetan.
Ia tidak ingin publik percaya hanya karena mendengar cerita dari orang lain. Kepercayaan justru diharapkan tumbuh dari proses mencoba, menguji dan melihat hasilnya secara langsung.
Dari Keraguan Menjadi Tantangan
Kisah Koh Indra bersama Kabelsetan pada akhirnya bukan hanya tentang sebuah kabel dan sistem pengapian.
Ada cerita tentang bagaimana sebuah gagasan sederhana harus melewati fase keraguan sebelum mendapatkan tempat di tengah masyarakat otomotif.
Keraguan yang muncul di awal justru menjadi energi bagi Koh Indra untuk terus melakukan penelitian dan pembuktian.
Sebab, bagi seorang periset, tantangan terbesar bukan sekadar menciptakan sesuatu yang baru. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana membuat hasil riset tersebut dapat dipahami, diuji dan diterima berdasarkan bukti.
Perjalanan Kabelsetan masih terus berjalan. Kajian bersama kalangan akademisi juga menjadi bagian dari upaya Koh Indra untuk mengembangkan dan memahami lebih jauh teknologi yang telah dirintisnya.
Dari sebuah kabel yang awalnya terlihat sederhana, lahir perjalanan panjang untuk membangun kepercayaan.
Dan bagi Koh Indra, mungkin di situlah kepuasan terbesar seorang penemu: bukan ketika orang langsung percaya, tetapi ketika keraguan akhirnya bisa dijawab melalui pembuktian.


