Otoinfo – Masyarakat yang sedang melakukan perjalanan arus balik lebaran perlu waspada terhadap bocor alus pada ban mobil, yang dapat menimbulkan bahaya di perjalanan.
Bocor tersebut dapat membesar sewaktu-waktu, menyebabkan keadaan darurat di jalan. Sebelum memulai perjalanan arus balik, penting untuk memeriksa seluruh komponen mobil, termasuk ban, agar tidak terjadi bocor yang tidak terlihat.
Bocor alus mungkin terasa tidak berdampak pada awalnya, namun seiring waktu, tekanan angin dalam ban akan habis, menyebabkan mobil tidak dapat berjalan.
Keadaan ini menjadi lebih berbahaya jika mobil terisi penumpang penuh saat mudik, karena bobot mobil yang penuh dapat merusak ban yang kehilangan tekanan angin.
Berikut adalah beberapa penyebab umum dari bocor alus pada ban mobil yang perlu diperhatikan:
Pentil Ban Bocor
Kebocoran tekanan angin ban sering kali disebabkan oleh pentil ban yang mulai getas.
Karet O-ring yang keras atau adanya kotoran pada bagian ujung pentil ban dapat menyebabkan kebocoran.
Untuk memeriksanya, basahi pentil ban dengan air sabun dan perhatikan apakah ada buih udara yang muncul.
Bead Ban Kotor
Bagian dalam ban yang duduk langsung di punggung pelek, disebut bead ban, bisa mengalami kebocoran jika terdapat kotoran di dalamnya. Jika terdapat kotoran, angin bisa rembes keluar dari bead ban.
Pembersihan bead ban harus dilakukan dengan membongkar ban agar punggung pelek dapat dibersihkan.
Pelek Peang
Kerusakan pada pelek, terutama jika pelek mengalami peang, juga dapat menjadi penyebab bocor alus. Jika bibir pelek mengalami peang, pelek harus diperbaiki agar kembali dalam kondisi yang baik.
Memahami penyebab bocor alus pada ban mobil adalah langkah penting untuk menjaga keamanan di jalan.
Selalu pastikan untuk memeriksa kondisi ban secara berkala, terutama sebelum melakukan perjalanan mudik.
Dengan demikian, risiko terjadinya kebocoran pada ban dapat diminimalkan, meningkatkan keselamatan selama perjalanan. Otoinfo.
