Otoinfo – Kali ini, kami akan membahas tentang Yamaha PG-1, motor bebek dual purpose yang baru saja meluncur di Thailand dan menjadi lawan sepadan Honda CT125. Apa saja keunggulan dan kelemahan dari motor ini? Bagaimana perbandingannya dengan Honda CT125? Simak ulasan kami berikut ini.
Yamaha PG-1, Motor Bebek Dual Purpose dengan Desain Retro
Yamaha PG-1 adalah motor bebek dual purpose yang dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi jalan, baik aspal maupun tanah. Motor ini memiliki desain retro yang mengingatkan kita pada motor trail klasik, seperti Yamaha DT 100 atau Honda CT 90.
Dengan dimensi yang kompak, bobot yang ringan, dan ground clearance yang tinggi, Yamaha PG-1 siap menemani Anda berpetualang di mana saja.
Motor ini memiliki panjang 1.980 mm, lebar 805 mm, dan tinggi 1.050 mm. Jarak sumbu roda 1.280 mm dan jarak terendah ke tanah 190 mm.
Berat kosongnya hanya 107 kg, sehingga mudah dikendalikan. Ketinggian jok dari tanah sekitar 795 mm, cocok untuk pengendara dengan postur beragam.
Yamaha PG-1 dilengkapi dengan fitur-fitur yang mendukung aktivitas off-road, seperti velg jari-jari berukuran 16 inci dengan ban dual purpose, sokbreker depan dengan travel tinggi, skid plate, dan setang lebar yang dilengkapi dengan handguard.
Lampu sorot halogen, spion oval, dan speedometer analog menambahkan sentuhan klasik pada tampilan keseluruhan.
Mesin Yamaha PG-1, Sederhana tapi Handal
Yamaha PG-1 menggunakan mesin 4-tak, SOHC, 2-klep, berpendingin udara, dengan kapasitas 114 cc. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimal 8,71 PS pada 7.000 rpm dan torsi maksimal 9,53 Nm pada 5.500 rpm.
Transmisi manual 4-percepatan mengatur tenaga ke roda belakang. Mesin ini sama dengan yang digunakan oleh Yamaha Vega Force di Indonesia.
Meskipun sederhana, mesin Yamaha PG-1 cukup handal untuk menghadapi medan off-road. Dengan rasio kompresi 9,3:1, mesin ini memiliki akselerasi yang responsif dan irit bahan bakar.
Selain itu, mesin ini juga dilengkapi dengan sistem pengapian TCI (Transistor Controlled Ignition) yang membuatnya mudah dihidupkan dan awet.
Fitur Yamaha PG-1, Kurang Modern tapi Cukup Aman
Salah satu kelemahan Yamaha PG-1 adalah fitur-fiturnya yang kurang modern. Motor ini tidak dilengkapi dengan fitur keselamatan seperti rem ABS, lampu LED, atau panel instrumen digital. Rem depannya menggunakan cakram, tapi rem belakangnya masih tromol.
Lampu depan dan belakangnya masih menggunakan bohlam halogen, bukan LED. Panel instrumennya masih analog, dengan jarum dan indikator bensin, gigi, lampu jauh, dan check engine.
Namun, fitur-fitur Yamaha PG-1 masih cukup aman untuk berkendara. Rem cakram depannya memiliki diameter 220 mm, cukup besar untuk memberikan pengereman yang efektif.
Lampu sorot halogennya memiliki reflektor yang luas, sehingga memberikan pencahayaan yang baik di malam hari. Panel instrumennya juga mudah dibaca, meskipun tidak sefuturistik panel digital.
Yamaha PG-1 vs Honda CT125, Siapa yang Lebih Unggul?
Yamaha PG-1 menjadi pesaing serius bagi Honda CT125, motor bebek dual purpose yang sudah lebih dulu hadir di Indonesia.
Kedua motor ini memiliki desain yang mirip, yaitu retro ala trail klasik. Namun, ada beberapa perbedaan yang mencolok antara keduanya, baik dari segi spesifikasi, fitur, maupun harga.
Honda CT125 memiliki mesin yang lebih besar dan bertenaga, yaitu 124 cc dengan tenaga 9,06 PS dan torsi 10,8 Nm.
Mesin ini juga lebih modern, dengan teknologi PGM-FI (Programmed Fuel Injection) yang membuatnya lebih hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Transmisinya juga semi-otomatis, sehingga lebih praktis.
Honda CT125 juga lebih unggul dalam fitur-fiturnya. Motor ini dilengkapi dengan rem cakram depan dan belakang, ABS single channel untuk rem depan, lampu full LED, dan panel instrumen digital. Fitur-fitur ini membuat Honda CT125 lebih aman, nyaman, dan stylish.
Namun, Yamaha PG-1 tidak kalah dalam hal kapabilitas off-road. Motor ini memiliki ground clearance yang lebih tinggi, yaitu 190 mm, dibandingkan Honda CT125 yang hanya 165 mm. Peleknya juga lebih kecil, yaitu 16 inci, sehingga lebih lincah dan stabil.
Bobotnya juga lebih ringan, yaitu 107 kg, dibandingkan Honda CT125 yang 116 kg. Jok belakangnya juga bisa dilepas, sehingga memberikan ruang lebih untuk barang bawaan.
Selain itu, motor ini juga lebih terjangkau dari segi harga. Motor ini dijual dengan harga 64.900 baht di Thailand, atau sekitar Rp 28,8 juta.
Sementara itu, Honda CT125 dijual dengan harga 81,4 juta rupiah di Indonesia. Perbedaan harga ini cukup signifikan, mengingat kedua motor ini memiliki segmen yang sama.
Yamaha PG-1 adalah motor bebek dual purpose yang baru saja meluncur di Thailand dan menjadi lawan sepadan Honda CT125. Motor ini memiliki desain retro yang menarik, mesin yang sederhana tapi handal, dan fitur yang kurang modern tapi cukup aman.
Motor ini juga unggul dalam kapabilitas off-road, ground clearance, bobot, dan harga. Namun, motor ini masih kalah dalam hal mesin, transmisi, dan fitur dari Honda CT125.
Demikian ulasan kami tentang Yamaha PG-1. Kami harap informasi ini bermanfaat bagi Anda yang tertarik dengan motor bebek dual purpose. Otoinfo

