Otoinfo – Sejak kemunculannya di Indonesia pada Juli 2000, Yamaha 125Z telah menjadi ikon motor 2-tak yang mengundang decak kagum. Dengan banderol awal hanya Rp 22,5 juta on the road, motor ini mampu memikat hati penggemar sepeda motor di tanah air. Meski awalnya diproduksi di Malaysia sejak 1998, Yamaha 125Z diimpor ke Indonesia oleh YMKI (Yamaha Motor Kencana Indonesia) sekitar tahun 2000.
Motor ini tidak hanya dikenal sebagai kendaraan harian, tetapi juga meraih ketenaran di lintasan balap. Sebuah fakta menarik adalah partisipasi pembalap MotoGP asal Jepang yang turut ambil bagian dalam balap menggunakan Yamaha 125Z di Sirkuit Kenjeran, Surabaya.
Keberhasilan sepeda motor tersebut tidak hanya terletak pada desainnya yang sporty, tetapi juga pada mesin tegak berkapasitas 124,3 cc 2-Tak yang menghasilkan power 17,2 dk pada 8.000 rpm dan torsi 16,1 Nm pada 7.500 rpm.
Tak hanya performa mesin yang mengesankan, Yamaha 125Z juga menawarkan transmisi manual 6-percepatan yang memberikan pengalaman berkendara yang dinamis. Sistem suspensinya yang menggunakan monosok dengan diameter as besar 27 mm memberikan kenyamanan dan stabilitas dalam setiap perjalanan.
Sayangnya, meskipun sepeda motor tersebut telah menjadi favorit di Indonesia, produksinya telah dihentikan. Motor ini hanya dijual di tanah air hingga medio 2002, salah satunya karena terkendala harga yang cukup tinggi sehingga volumenya tidak mencapai target yang diharapkan.
Namun, di negara asalnya, Malaysia, sepeda motor tersebut masih terus dijual, bahkan muncul versi 125ZR yang lebih sporty dan limited edition dengan livery Movistar Yamaha MotoGP.
Kisah Yamaha 125Z menjadi bukti bahwa motor 2-tak memiliki daya tarik tersendiri, menciptakan nostalgia di antara para penggemar sepeda motor. Meskipun telah berhenti diproduksi, sepeda motor tersebut tetap membekas dalam ingatan para pecinta otomotif di Indonesia. Otoinfo.
