Otoinfo.id – Kecelakaan lalu lintas akibat ban mobil pecah secara tiba-tiba menjadi salah satu penyebab fatal yang sering luput dari perhatian. Insiden tragis baru-baru ini menimpa pesepakbola Liverpool, Diogo Jota, yang dilaporkan tewas bersama adiknya setelah mobil yang ditumpanginya mengalami pecah ban di Spanyol (3/7/2025).
Menurut pengamatan para ahli keselamatan jalan, kejadian semacam ini bisa berujung maut, terutama bila terjadi di kecepatan tinggi. Ketika satu ban pecah, rotasi ban menjadi tidak seimbang, dan hal itu bisa membuat mobil melintir hingga terguling.
Penyebab dan Dampak Fatal Ban Mobil Pecah
Ban Pecah di Kecepatan Tinggi Bisa Bikin Mobil Terbalik
Menurut Sony Susmana, Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), saat ban pecah di jalan, pengemudi cenderung panik dan salah mengambil tindakan. Padahal, respon yang salah seperti menginjak rem atau kopling secara tiba-tiba justru memperparah situasi.
“Jangan pernah injak pedal apalagi ngerem mendadak. Efeknya mobil bisa terbalik,” ujar Sony.
Pecah Ban Kerap Terjadi karena Tekanan Udara Tak Sesuai
Ban mobil yang kempis atau terlalu keras tanpa pengecekan rutin bisa menjadi pemicu utama. Karenanya, pemeriksaan tekanan angin sebelum bepergian sangat krusial. Gunakan standar tekanan dari APM (Agen Pemegang Merek) untuk tiap jenis mobil.
Tips Menghadapi Ban Pecah Saat Berkendara
Jangan Panik dan Hindari Injak Pedal
Sony menjelaskan, yang paling penting saat ban pecah adalah tetap tenang dan fokus mengendalikan kemudi. Pegang kemudi dengan kuat dan jaga arah tetap lurus.
“Ikuti saja mobilnya sampai melambat sendiri. Perhatikan kondisi sekitar dan segera menepi di tempat aman.”
Kurangi Kecepatan Saat Berkendara Jauh
Kecepatan menjadi faktor penentu pengendalian saat insiden terjadi. Jika mobil melaju dalam kecepatan di bawah 55 km/jam, maka kemungkinan besar masih bisa dikendalikan.
“Mobil masih mudah dikendalikan saat mengalami pecah ban jika kecepatan maksimal 55 km/jam,” jelasnya.
Baca Juga: Marc Marquez Ungkap Kunci Sukses: “Saya Tak Banyak Mikir, Cukup Andalkan Insting!”
Beri Waktu Istirahat pada Kendaraan
Layaknya tubuh manusia, mobil juga perlu jeda saat perjalanan jauh. Istirahatkan mobil secara berkala untuk mencegah keausan berlebih pada ban dan menghindari overheating.
Antisipasi Terbaik: Cek Rutin dan Berkendara Bijak
Tragedi seperti yang menimpa Diogo Jota dan Andre Silva menjadi pengingat bagi semua pengemudi akan pentingnya pemeriksaan kendaraan sebelum berangkat. Ban adalah satu-satunya bagian mobil yang bersentuhan langsung dengan aspal, dan sedikit kelalaian bisa berujung fatal.
Pastikan tekanan angin sesuai, periksa kondisi fisik ban, dan hindari mengemudi dalam kondisi lelah atau ugal-ugalan.
