Otoinfo- Heat-1 alias babak penyisihan, episode-3 Kawahara Djava K2R Djava IDC 2024 rampung digelar (13/07).
Pada segmen 402 meter, tensi persaingan begitu ketat spesifiknya dikelas P-59 Open. Dua tim yang notabene punya power ampuh dikasta Ninja longtrack begitu jadi sorotan, mereka adalah Tekno Tunner dan IPR Racing.
Kejutan terjadi!. Tim asal Semarang berhasil jadi pembeda, sekaligus ungguli dua tim langganan juara diatas.
Bara Bere 77 LART 83 berhasil jadi yang terbaik pada babak penyisihan 402M Ninja 59 Open bobot 110 kg, setelah Wildan Kecil ukir time 10.3 detik. Wow

Tentu timbul pertanyaan, darimanakah KR150 59 open itu tercipta, dan bagaimana komposisi mesin nya. Terkait hal ini penulis dapat kesempatan langsung untuk ngborol santai dengan mekanik Bara Bere, dia adalah bro Bara Maulana.
“Terus terang saya ndak percaya bisa dapet time segitu, soalnya motor ini jarang kita run, paling cuma naik dyno aja untuk ambil data, dan terakhir naik dyno ini motor dapet 60HP up.” Bebernya
“Motor ini total sudah 3x main, waktu IDW dapet 10,7. Kemudian digas lagi di IDC kemarin dapet 10,4 terus tadi dapet 10.3 detik.” Imbuhnya
Terus bagaimana komposisi spare part nya? apakah ambil dari Tetangga?.
“Iya, untuk spare part kita banyak sharing sama koh Tomo, seperti blok dan kruk as kita ambil sama AOR77. Cuman dalam kondisi bahan, kayak blok kita ambil yang buta (Non porting), jadi ya korekan motor ini itunganya hasil kita meraba mas.”
“Semoga untuk race final besok, time motor tetep bisa konsisten.” Tutup bro Bara yang dulunya juga mantan dragster
Final gear 14/33 jadi opsi mekanik untuk taklukan track 402M Lanud Gading, berikut main jet 170 dan pilot jet 75 yang dikasih tanam pada karbu spesial order by Kendar.
So, kita tunggu saja gebrakan dari tim undergod yang bermarkas di JL. Taman Suryokusumo IV NO.67, Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Semarang tersebut, pada laga final besok (14/07). Kasih Gaul!!!


