Otoinfo – Volvo telah mengumumkan keputusan untuk menghentikan produksi sedan S60 di pabrik perakitannya yang berlokasi di Ridgeline, South Carolina, Amerika Serikat, pada akhir bulan Juni ini. Meskipun demikian, mobil ini tetap akan tersedia untuk dijual di sejumlah pasar global berkat produksi yang juga dilakukan di Daqing, China.
Pabrik di Ridgeline, selain memproduksi Mobil tersebut, saat ini juga fokus pada pembuatan mobil listrik SUV EX90 2025. Keputusan untuk menghentikan produksi S60 di AS tidak mempengaruhi ketersediaan model ini di tahun-tahun mendatang, termasuk model tahun 2025 yang akan datang.
Seorang juru bicara dari Volvo mengonfirmasi bahwa meskipun produksi untuk pasar AS dihentikan, S60 masih diproduksi sebagai model tahun 2025 dan akan tetap tersedia di dealer Volvo di seluruh negeri. Model S60 yang sedang beredar saat ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2019 dan sejak itu mengalami sedikit perubahan dalam desain eksterior dan interior.
Untuk tahun 2025, Volvo berencana untuk menawarkan S60 dalam dua varian mesin: versi non-hybrid dengan kekuatan 247 hp dan versi plug-in-hybrid yang lebih bertenaga dengan kekuatan 456 hp. Belum ada kepastian apakah produksi S60 dari China akan diekspor kembali ke AS, tetapi Volvo tetap menegaskan komitmen mereka untuk menjaga ketersediaan model ini di pasar global.
Meskipun penghentian produksi S60 di AS bisa menjadi pukulan bagi sebagian penggemar, Volvo memastikan bahwa model ini akan terus hadir di pasar global. Dengan produksi yang dialihkan ke China, penggemar masih dapat menikmati performa dan kehandalan yang ditawarkan oleh S60, termasuk model non-hybrid dan plug-in-hybrid yang lebih bertenaga.
Langkah ini juga menunjukkan fleksibilitas dan adaptabilitas Volvo dalam menghadapi tantangan produksi global. Bagi pecinta Volvo S60 di AS, masih ada kesempatan untuk mendapatkan model 2025 di dealer-dealer terdekat, memastikan bahwa warisan S60 tetap hidup di jalanan Amerika. Otoinfo.


