Otoinfo – Yamaha Tiara adalah salah satu motor legendaris yang pernah diproduksi oleh Yamaha. Motor ini memiliki desain yang klasik dan elegan, serta performa yang tangguh dan handal. Namun, untuk menjaga kondisi motor ini tetap prima, Anda perlu melakukan perawatan yang rutin dan tepat. Berikut adalah beberapa tips perawatan Yamaha Tiara yang wajib Anda ketahui.

1. Ganti Oli Secara Berkala
Oli adalah salah satu komponen penting yang berfungsi untuk melumasi mesin dan mencegah gesekan yang berlebihan. Oli yang kotor atau kurang akan menyebabkan mesin menjadi panas dan berisik, serta mengurangi performa motor.
Oleh karena itu, Anda perlu mengganti oli secara berkala sesuai dengan anjuran pabrik. Biasanya, oli perlu diganti setiap 2.000 km atau 3 bulan sekali, tergantung pada kondisi penggunaan motor.
Untuk mengganti oli, Anda bisa membawa motor ke bengkel resmi Yamaha atau melakukannya sendiri di rumah. Caranya adalah sebagai berikut:
- Panaskan mesin motor selama beberapa menit, lalu matikan dan tunggu hingga dingin.
- Buka tutup oli dan baut pembuangan oli yang terletak di bagian bawah mesin. Pastikan Anda menyiapkan wadah untuk menampung oli bekas.
- Biarkan oli mengalir keluar hingga habis, lalu pasang kembali baut pembuangan oli dengan kencang.
- Tuang oli baru sesuai dengan kapasitas mesin. Anda bisa menggunakan oli yang direkomendasikan oleh Yamaha, yaitu Yamalube 4T API SL 20W-40.
- Pasang kembali tutup oli dan nyalakan mesin untuk memeriksa kebocoran atau masalah lainnya.
2. Bersihkan Karburator Secara Rutin
Karburator adalah komponen yang berfungsi untuk mencampur bahan bakar dan udara yang masuk ke mesin. Karburator yang kotor atau tersumbat akan menyebabkan motor menjadi susah hidup, brebet, boros bahan bakar, atau bahkan mati. Oleh karena itu, Anda perlu membersihkan karburator secara rutin, setidaknya setiap 6 bulan sekali.
Untuk membersihkan karburator, Anda bisa membawa motor ke bengkel resmi Yamaha atau melakukannya sendiri di rumah. Caranya adalah sebagai berikut:
- Lepaskan tangki bensin dan selang bahan bakar yang terhubung ke karburator.
- Lepaskan karburator dari mesin dengan melepas baut dan klem yang mengikatnya.
- Buka tutup karburator dan lepaskan jarum pelampung, pelampung, dan skep bensin.
- Bersihkan bagian dalam karburator dengan menggunakan sikat gigi dan cairan pembersih karburator. Pastikan Anda membersihkan lubang-lubang kecil yang ada di karburator, seperti lubang pilot jet, main jet, dan venturi.
- Pasang kembali komponen-komponen karburator dengan urutan yang sebaliknya. Pastikan Anda mengatur ulang setelan karburator sesuai dengan spesifikasi pabrik.
- Pasang kembali karburator ke mesin dan sambungkan selang bahan bakar dan tangki bensin.
- Nyalakan mesin dan periksa apakah ada kebocoran atau masalah lainnya.
3. Periksa Busi dan Kelistrikan Secara Teratur
Busi dan kelistrikan adalah komponen yang berperan dalam menghasilkan percikan api yang diperlukan untuk membakar campuran bahan bakar dan udara di dalam silinder.
Busi dan kelistrikan yang bermasalah akan menyebabkan motor menjadi susah hidup, ngelitik, atau bahkan tidak bisa hidup sama sekali. Oleh karena itu, Anda perlu memeriksa busi dan kelistrikan secara teratur, setidaknya setiap 3 bulan sekali.
Untuk memeriksa busi dan kelistrikan, Anda bisa membawa motor ke bengkel resmi Yamaha atau melakukannya sendiri di rumah. Caranya adalah sebagai berikut:
- Lepaskan busi dari silinder dengan menggunakan kunci busi. Periksa kondisi elektroda dan isolator busi. Jika busi terlihat kotor, bersihkan dengan menggunakan amplas halus atau sikat kawat. Jika busi terlihat aus atau retak, ganti dengan busi baru yang sesuai dengan spesifikasi pabrik.
- Ukur jarak celah elektroda busi dengan menggunakan penggaris celah. Jika jarak celah tidak sesuai dengan spesifikasi pabrik, atur dengan menggunakan tang penjepit. Biasanya, jarak celah busi untuk Yamaha Tiara adalah 0,6-0,7 mm.
- Pasang kembali busi ke silinder dengan menggunakan kunci busi. Pastikan Anda tidak memasang busi terlalu kencang atau terlalu longgar.
- Periksa kondisi kabel dan koil pengapian. Jika kabel atau koil terlihat rusak, sobek, atau terkelupas, ganti dengan yang baru.
- Periksa kondisi aki dan sistem pengisian. Jika aki terlihat kotor, bersihkan dengan menggunakan air hangat dan sabun. Jika aki terlihat lemah, isi dengan air aki atau ganti dengan aki baru. Jika sistem pengisian terlihat bermasalah, periksa kondisi alternator, regulator, dan kiprok.
4. Ganti Filter Udara dan Bahan Bakar Secara Berkala
Filter udara dan bahan bakar adalah komponen yang berfungsi untuk menyaring udara dan bahan bakar yang masuk ke karburator. Filter udara dan bahan bakar yang kotor atau tersumbat akan menyebabkan motor menjadi kurang bertenaga, boros bahan bakar, atau bahkan mati. Oleh karena itu, Anda perlu mengganti filter udara dan bahan bakar secara berkala, setidaknya setiap 6 bulan sekali.
Untuk mengganti filter udara dan bahan bakar, Anda bisa membawa motor ke bengkel resmi Yamaha atau melakukannya sendiri di rumah. Caranya adalah sebagai berikut:
- Lepaskan tutup filter udara yang terletak di bagian belakang tangki bensin. Lepaskan filter udara dari tutupnya dan buang filter udara yang lama. Pasang filter udara baru yang sesuai dengan spesifikasi pabrik. Pasang kembali tutup filter udara.
- Lepaskan selang bahan bakar yang terhubung ke karburator dan tangki bensin. Lepaskan filter bahan bakar yang terletak di antara selang bahan bakar. Buang filter bahan bakar yang lama. Pasang filter bahan bakar baru yang sesuai dengan spesifikasi pabrik. Pastikan Anda memasang filter bahan bakar dengan arah yang benar. Sambungkan kembali selang bahan bakar.
5. Setel Rantai dan Roda Secara Rutin
Rantai dan roda adalah komponen yang berfungsi untuk mentransmisikan tenaga dari mesin ke roda belakang. Rantai dan roda yang kendor, kotor, atau aus akan menyebabkan motor menjadi berisik, goyang, atau bahkan putus. Oleh karena itu, Anda perlu menyetel rantai dan roda secara rutin, setidaknya setiap 2 bulan sekali.
Untuk menyetel rantai dan roda, Anda bisa membawa motor ke bengkel resmi Yamaha atau melakukannya sendiri di rumah. Caranya adalah sebagai berikut:
- Angkat roda belakang motor dengan menggunakan dongkrak atau penyangga. Putar roda belakang dan periksa kondisi rantai dan roda. Jika rantai terlihat kotor, bersihkan dengan menggunakan sikat dan cairan pembersih rantai. Jika rantai terlihat kering, lumasi dengan menggunakan oli rantai. Jika rantai atau roda terlihat aus atau rusak, ganti dengan yang baru.
- Atur kelonggaran rantai dengan menggunakan kunci L untuk mengencangkan atau melonggarkan baut penyetel rantai yang terletak di bagian belakang roda. Biasanya, kelonggaran rantai untuk Yamaha Tiara adalah 15-25 mm.
- Putar roda belakang dan periksa keselarasan rantai dan roda. Jika rantai atau roda terlihat miring, atur dengan menggunakan kunci L untuk menyesuaikan posisi roda. Pastikan rantai dan roda sejajar dan seimbang.
- Kencangkan kembali baut penyetel rantai dan baut pengunci roda dengan menggunakan kunci L. Turunkan roda belakang motor dan periksa kembali kelonggaran dan keselarasan rantai dan roda.
6. Periksa Ban dan Rem Secara Teratur
Ban dan rem adalah komponen yang berfungsi untuk mengontrol kecepatan dan stabilitas motor. Ban dan rem yang bermasalah akan menyebabkan motor menjadi sulit dikendalikan, tidak nyaman, atau bahkan berbahaya. Oleh karena itu, Anda perlu memeriksa ban dan rem secara teratur, setidaknya setiap bulan sekali.
Untuk memeriksa ban dan rem, Anda bisa membawa motor ke bengkel resmi Yamaha atau melakukannya sendiri di rumah. Caranya adalah sebagai berikut:
- Periksa kondisi permukaan ban. Jika ban terlihat botak, sobek, atau bocor, ganti dengan ban baru yang sesuai dengan spesifikasi pabrik. Jika ban terlihat kotor, bersihkan dengan menggunakan air dan sabun.
- Periksa tekanan angin ban. Jika tekanan angin ban tidak sesuai dengan spesifikasi pabrik, tambah atau kurangi angin dengan menggunakan pompa. Biasanya, tekanan angin ban untuk Yamaha Tiara adalah 2,0 bar untuk ban depan dan 2,2 bar untuk ban belakang.
- Periksa kondisi kampas rem. Jika kampas rem terlihat tipis, aus, atau retak, ganti dengan kampas rem baru yang sesuai dengan spesifikasi pabrik. Jika kampas rem terlihat kotor, bersihkan dengan menggunakan cairan pembersih rem.
- Periksa kondisi cairan rem. Jika cairan rem terlihat kotor, berbusa, atau berkurang, ganti dengan cairan rem baru yang sesuai dengan spesifikasi pabrik. Jika cairan rem terlihat bocor, periksa kondisi selang dan tabung rem. Jika selang atau tabung rem terlihat rusak, ganti dengan yang baru.
- Periksa kondisi sistem rem. Jika sistem rem terlihat bermasalah, periksa kondisi master rem, piston rem, dan kaliper rem. Jika master rem, piston rem, atau kaliper rem terlihat rusak, ganti dengan yang baru.
7. Periksa Lampu dan Klakson Secara Rutin
Lampu dan klakson adalah komponen yang berfungsi untuk memberikan sinyal dan penerangan saat berkendara. Lampu dan klakson yang bermasalah akan menyebabkan motor menjadi kurang terlihat, tidak aman, atau bahkan melanggar aturan lalu lintas. Oleh karena itu, Anda perlu memeriksa lampu dan klakson secara rutin, setidaknya setiap minggu sekali.
Untuk memeriksa lampu dan klakson, Anda bisa membawa motor ke bengkel resmi Yamaha atau melakukannya sendiri di rumah. Caranya adalah sebagai berikut:
- Nyalakan mesin motor dan periksa kondisi lampu depan, lampu belakang, lampu sein, dan lampu rem. Jika lampu terlihat redup, mati, atau berkedip tidak normal, periksa kondisi bohlam, soket, dan kabel lampu. Jika bohlam, soket, atau kabel lampu terlihat rusak, ganti dengan yang baru.
- Periksa kondisi klakson. Jika klakson terlihat lemah, mati, atau berbunyi tidak normal, periksa kondisi kabel, saklar, dan buzzer klakson. Jika kabel, saklar, atau buzzer klakson terlihat rusak, ganti dengan yang baru.
- Atur posisi dan arah lampu depan. Jika lampu depan terlihat miring, tinggi, atau rendah, atur dengan menggunakan kunci L untuk mengencangkan atau melonggarkan baut penyetel lampu depan yang terletak di bagian bawah lampu. Pastikan lampu depan sejajar dengan garis horisontal dan tidak menyilaukan pengendara lain.
8. Periksa Oli Gardan dan Bearing Secara Berkala
Oli gardan dan bearing adalah komponen yang berfungsi untuk melumasi dan mengurangi gesekan pada bagian gardan dan roda. Oli gardan dan bearing yang kotor atau kurang akan menyebabkan motor menjadi berisik, goyang, atau bahkan rusak. Oleh karena itu, Anda perlu memeriksa oli gardan dan bearing secara berkala, setidaknya setiap 12 bulan sekali.
Untuk memeriksa oli gardan dan bearing, Anda bisa membawa motor ke bengkel resmi Yamaha atau melakukannya sendiri di rumah. Caranya adalah sebagai berikut:
- Angkat roda belakang motor dengan menggunakan dongkrak atau penyangga. Lepaskan roda belakang dari gardan dengan menggunakan kunci L untuk melepas baut pengunci roda.
- Buka tutup oli gardan dan baut pembuangan oli gardan yang terletak di bagian bawah gardan. Pastikan Anda menyiapkan wadah untuk menampung oli gardan bekas.
- Biarkan oli gardan mengalir keluar hingga habis, lalu pasang kembali baut pembuangan oli gardan dengan kencang.
- Tuang oli gardan baru sesuai dengan kapasitas gardan. Anda bisa menggunakan oli gardan yang direkomendasikan oleh Yamaha, yaitu Yamalube Gear Oil SAE 90.
- Pasang kembali tutup oli gardan dan roda belakang ke gardan dengan menggunakan kunci L. Pastikan Anda mengencangkan baut pengunci roda dengan kencang.
- Putar roda belakang dan periksa kondisi bearing roda. Jika bearing roda terlihat kotor, bersihkan dengan menggunakan cairan pembersih bearing. Jika bearing roda terlihat aus atau rusak, ganti dengan bearing roda baru yang sesuai dengan spesifikasi pabrik.
9. Periksa Busi dan Kelistrikan Secara Teratur
Busi dan kelistrikan adalah komponen yang berperan dalam menghasilkan percikan api yang diperlukan untuk membakar campuran bahan bakar dan udara di dalam silinder. Busi dan kelistrikan yang bermasalah akan menyebabkan motor menjadi susah hidup, ngelitik, atau bahkan tidak bisa hidup sama sekali. Oleh karena itu, Anda perlu memeriksa busi dan kelistrikan secara teratur, setidaknya setiap 3 bulan sekali.
Untuk memeriksa busi dan kelistrikan, Anda bisa membawa motor ke bengkel resmi Yamaha atau melakukannya sendiri di rumah. Caranya adalah sebagai berikut:
- Lepaskan busi dari silinder dengan menggunakan kunci busi. Periksa kondisi elektroda dan isolator busi. Jika busi terlihat kotor, bersihkan dengan menggunakan amplas halus atau sikat kawat. Jika busi terlihat aus atau retak, ganti dengan busi baru yang sesuai dengan spesifikasi pabrik.
- Ukur jarak celah elektroda busi dengan menggunakan penggaris celah. Jika jarak celah tidak sesuai dengan spesifikasi pabrik, atur dengan menggunakan tang penjepit. Biasanya, jarak celah busi untuk Yamaha Tiara adalah 0,6-0,7 mm.
- Pasang kembali busi ke silinder dengan menggunakan kunci busi. Pastikan Anda tidak memasang busi terlalu kencang atau terlalu longgar.
- Periksa kondisi kabel dan koil pengapian. Jika kabel atau koil terlihat rusak, sobek, atau terkelupas, ganti dengan yang baru.
- Periksa kondisi aki dan sistem pengisian. Jika aki terlihat kotor, bersihkan dengan menggunakan air hangat dan sabun. Jika aki terlihat lemah, isi dengan air aki atau ganti dengan aki baru. Jika sistem pengisian terlihat bermasalah, periksa kondisi alternator, regulator, dan kiprok.
10. Lakukan Servis Berkala di Bengkel Resmi Yamaha
Meskipun Anda bisa melakukan perawatan Yamaha Tiara sendiri di rumah, Anda tetap perlu melakukan servis berkala di bengkel resmi Yamaha. Servis berkala adalah proses pemeriksaan dan perbaikan yang dilakukan oleh mekanik profesional yang memiliki pengetahuan dan peralatan yang lengkap dan sesuai dengan standar pabrik.
Servis berkala akan membantu Anda mendeteksi dan mengatasi masalah yang mungkin tidak terlihat atau terabaikan saat Anda melakukan perawatan sendiri.
Servis berkala juga akan memberikan Anda manfaat lain, seperti:
- Mendapatkan garansi resmi dari Yamaha untuk komponen-komponen yang diganti atau diperbaiki.
- Mendapatkan sertifikat servis yang bisa meningkatkan nilai jual motor Anda.
- Mendapatkan layanan tambahan, seperti cuci motor, ganti oli gratis, atau diskon suku cadang.
Untuk melakukan servis berkala, Anda bisa membawa motor ke bengkel resmi Yamaha terdekat dengan Anda. Anda bisa mengecek lokasi dan kontak bengkel resmi Yamaha di situs web resmi Yamaha Indonesia. Anda juga bisa mengecek jadwal dan biaya servis berkala di buku servis yang disertakan saat Anda membeli motor.
Biasanya, servis berkala perlu dilakukan setiap 6.000 km atau 6 bulan sekali, tergantung pada kondisi penggunaan motor. Namun, Anda juga bisa melakukan servis berkala lebih sering jika Anda merasa perlu atau jika Anda mengalami masalah yang serius dengan motor Anda.
Demikianlah beberapa tips perawatan Yamaha Tiara yang wajib Anda ketahui. Dengan melakukan perawatan yang rutin dan tepat, Anda bisa menjaga kondisi motor Anda tetap prima, nyaman, dan aman saat berkendara. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. Otoinfo


