CEO VinFast Indonesia, Tran Quoc Huy, menjelaskan bahwa ketentuan langganan baterai dapat mengatasi kekhawatiran utama calon pembeli terkait degredasi baterai. Dalam skema ini, jika kesehatan baterai turun di bawah 70 persen, baterai akan diganti secara gratis.
Untuk model VFe34, pelanggan akan membayar Rp 1.500.000 per bulan untuk jarak hingga 3.000 km, dan Rp 2.600.000 per bulan untuk perjalanan melebihi 3.000 km. Ambang batas 3.000 km ini dipilih secara strategis agar sesuai dengan kebiasaan mengemudi rata-rata di Indonesia.
VinFast percaya bahwa ketentuan langganan baterai ini akan memperpanjang umur baterai, mengurangi frekuensi penggantian baterai, dan dampak lingkungan. Selain itu, mereka optimis bahwa hal ini akan meningkatkan kinerja penjualan dan nilai jual kendaraan mereka.
Dengan skema langganan baterai, VinFast berupaya menerapkan model ekonomi sirkular. Mereka bermitra dengan penyedia baterai mobil listrik terpercaya yang memiliki tingkat daur ulang hingga 95 persen.
Untuk memastikan pengelolaan baterai yang bertanggung jawab, VinFast memanfaatkan kembali baterai lama sebagai unit penyimpanan energi.
Tran Quoc Huy menyatakan bahwa VinFast berharap skema langganan baterai ini akan menciptakan pengalaman kepemilikan mobil yang lebih stabil bagi pelanggan.
Selain itu, sistem ini juga memiliki potensi untuk membuat kendaraan VinFast lebih menarik bagi pelanggan yang peduli tentang retensi nilai mobil listrik dalam jangka panjang.
Dengan langkah-langkah inovatif seperti ini, VinFast terus menegaskan posisinya sebagai pemimpin dalam industri mobil listrik, sambil memberikan solusi yang lebih berkelanjutan bagi konsumen dan lingkungan. Otoinfo.