Otoinfo.id – Penantian itu akhirnya terbayar. Kenzie Akbar Da Ninos sukses merebut podium juara Race 1 Indonesia Junior Talent Cup (IJTC) U-15 Round 4 Mandalika Racing Series (MRS), Sabtu (19/9), di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, NTB.

Kemenangan ini terasa spesial bagi rider muda asal Sumatera Selatan binaan Yamaha Nitiracing DRS35 Pikoli Dynavolt RCB KYT tersebut.
Bukan semata karena berhasil menjadi yang tercepat, tetapi karena podium juara ini datang setelah beberapa seri sebelumnya Kenzie sebenarnya selalu mampu berada di barisan depan, namun belum berhasil menuntaskan balapan dengan hasil maksimal.

Kali ini, semuanya berjalan berbeda.
Sejak lap awal, Kenzie tampil lebih tenang. Ia mampu menjaga ritme, membaca situasi balapan, sekaligus mengelola tekanan hingga lap terakhir.
Memasuki dua lap terakhir, keunggulannya semakin melebar. Kenzie akhirnya melintasi garis finis dengan gap yang cukup meyakinkan sekaligus memastikan podium tertinggi.
“Podium juara yang sudah dinanti karena seri sebelumnya sudah selalu di depan, tapi finishing-nya kurang baik. Race kali ini dia mampu memanage permainannya dari lap awal sampai akhir,” ungkap Nino Andrian, sang ayah.
Hal tersebut juga menjadi catatan penting bagi Doni Ramdhani, mentor Kenzie di DRS35. Sebab, kecepatan seorang pembalap muda tidak hanya ditentukan dari seberapa cepat ia memacu motor, tetapi juga bagaimana ia mengambil keputusan dan menjaga konsistensi sepanjang balapan.
Yang membuat kemenangan ini semakin menarik, Kenzie meraihnya dengan basis pacuan Yamaha, sekaligus menunjukkan kemampuannya beradaptasi dan bersaing di tengah ketatnya persaingan IJTC U-15.
Baca Juga : Kenzie Akbar Da Ninos Tampil Heroik, Raih Podium Kedua R15 Junior Pro Yamaha Sunday Race 2026 Mandalika
Lebih istimewa lagi, Kenzie baru menginjak 13 tahun tahun ini.
Usia boleh muda, tetapi prosesnya sudah mulai berbicara.
“Kalau dilihat dari usia, Kenzie paling muda, baru masuk 13 tahun di tahun ini,” tutur Nino penuh syukur.
Bagi sang ayah, podium Mandalika bukan sekadar trofi. Ini adalah buah dari proses panjang—latihan, evaluasi, kegagalan, keberanian untuk bangkit, dan dukungan banyak orang di belakangnya.
Kenzie akhirnya mendapatkan podium yang selama ini dinanti.
Dan Mandalika menjadi saksi ketika seorang talenta muda mulai menemukan jalannya.


