Otoinfo – Daihatsu Motor Co., Ltd. kembali menyampaikan permintaan maaf kepada para pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh ketidakberesan dalam proses sertifikasi kendaraan.
Berdasarkan hasil verifikasi teknis dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata (MLIT), tiga model yang diproduksi oleh Daihatsu dinyatakan tidak memenuhi standar undang-undang kendaraan angkutan jalan.
Ketiga model tersebut adalah Daihatsu Gran Max, Toyota Town Ace, dan Mazda Bongo, yang semuanya merupakan kendaraan komersial kompak yang dijual di Jepang.
Otoritas Jepang mengungkapkan bahwa pada ketiga model tersebut ditemukan masalah terpisah dalam uji tabrak belakang, di mana dudukan baterai berpotensi terlepas dan gagal menahan baterai saat kendaraan berjalan.
Meskipun belum ada laporan kecelakaan terkait masalah ini, Daihatsu berkomitmen untuk segera mengambil langkah perbaikan sesuai arahan MLIT. Skandal uji tabrak ini juga menyeret nama Toyota sebagai perusahaan induk Daihatsu.
Dari hasil investigasi oleh pihak ketiga, ditemukan 174 kasus baru dalam 25 item pengujian dan kejanggalan pada 64 model kendaraan serta 3 mesin. Pada Januari lalu, ditemukan masalah keselamatan pada model Gran Max setelah melakukan uji tabrak yang diadakan oleh MLIT.
Dalam uji tabrak tersebut, satu unit Gran Max berwarna putih melaju dengan kecepatan 50 km/jam dan menabrak dinding yang ditempati oleh boneka dummy. Hasilnya, ditemukan bahaya keselamatan pada kendaraan tersebut.
Pemerintah setempat juga menemukan masalah pada airbag, yang diaktifkan berdasarkan pengatur waktu, sementara seharusnya airbag secara otomatis terdeteksi oleh sensor.
Selain Daihatsu Gran Max, dua model lainnya, yaitu Toyota Town Ace dan Mazda Bongo, juga diuji tabrak oleh Kementerian. Sebagai tindak lanjut, MLIT menginstruksikan untuk menghentikan pengiriman kendaraan yang terdampak dan mencabut sertifikasi keselamatannya.
Dalam menghadapi situasi ini, Daihatsu berjanji akan segera mengimplementasikan langkah-langkah perbaikan dan terus bekerja sama dengan pihak berwenang untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan yang ditetapkan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan pelanggan dan menjaga integritas merek Daihatsu di masa depan. Otoinfo


