Otoinfo.id – Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov IMI DKI Jakarta, Dodi, menyoroti sekaligus mempertanyakan rencana penambahan dua klub pemilik suara dari PP IMI menjelang pelaksanaan Musprov IMI DKI Jakarta. Jika penambahan tersebut diberlakukan, jumlah klub pemilik suara disebut akan berubah dari sebelumnya 18 menjadi 20 klub, termasuk status peninjau. Dodi menilai keputusan tersebut perlu dikaji karena sebelumnya jumlah klub pemilik suara telah ditetapkan melalui Rakerprov IMI DKI Jakarta.
Dodi menegaskan bahwa keputusan mengenai 18 klub pemilik suara sebelumnya telah dibahas dan disepakati bersama dalam Rakerprov sekitar dua bulan lalu. Bahkan, hasil tersebut menurutnya telah diketahui seluruh klub serta sudah dilaporkan kepada PP IMI. Karena itu, apabila menjelang Musprov tiba-tiba terdapat tambahan dua klub, ia menilai langkah tersebut tidak sesuai dengan mekanisme organisasi yang telah disepakati.
“Sudah diputuskan saat Rakerprov IMI DKI Jakarta, sudah disepakati dan diketahui semua klub. Termasuk kami juga sudah melaporkan kepada pihak PP IMI. Jadi ketika kemudian bertambah dua klub menjelang Musprov IMI DKI Jakarta, maka ini tidak bisa diterima berdasarkan aturan organisasi,” tegas Dodi. Ia juga meminta agar seluruh pihak menghormati keputusan Rakerprov sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat Pengprov.
Menurut Dodi, dirinya mengambil sikap netral dan berpegang teguh pada aturan yang berlaku. Ia juga mengingatkan bahwa IMI DKI Jakarta memiliki catatan prestasi organisasi yang cukup baik, termasuk beberapa kali mendapatkan predikat IMI terbaik dari 38 Pengprov IMI. Di bawah kepemimpinan Ketum Anondo Eko, IMI DKI Jakarta bahkan tercatat tiga kali berturut-turut menjadi IMI terbaik pada 2021, 2022 dan 2023.
Menjelang Musprov yang akan memilih Ketua Umum IMI DKI Jakarta periode 2026-2030, Dodi berharap seluruh kandidat dapat berkompetisi secara fair dengan mengikuti aturan dan prosedur yang telah ditetapkan. Menurutnya, jangan sampai aturan yang sudah disepakati kemudian berubah hanya karena adanya kepentingan tertentu. “Saya netral dan tegak lurus pada aturan yang ada. Masukan saya, biarkan saja para kandidat bertarung secara fair berdasarkan aturan prosedural yang ada,” pungkasnya.

