Otoinfo.id-RX King pacuan Tommy Richard Orlando tetap melesat meski bobot badan lebih berat. Disebut lebih berat bila dibanding Wawan Wello rekan satu tim-nya dipentas IndoClub Championship musim ini. Alhasil, rider asal Yogyakarta itu sukses raih podium juara di kelas sport 2T 140 cc TU (non built up) pada event bertajuk Casytha Nathania PARD Pirelli Manahadap Road Race 2019 akhir pekan kemarin (30-31/3). Tommy yang punya bobot 65 Kg itu tetap lincah melahap ‘handycap’ Sirkuit Gokart Boyolali, Jateng. Apa kiatnya?

“Dibanding RX King punya Wello, yang dibawa Tommy torsi harus kuat karena bobotnya 65 Kg,”buka AB Bendol punggawa ABRT20. Mekanik asal Salatiga, Jateng itu makin berkibar dengan bendera Aqiela Motorsport ABRT20. Untuk dapat torsi kuat, RX King Tommy pakai pengapian STD CDI RC,”Kalo punya Wello lebih rpm gampang dibawanya dengan pengapian YZ125,”lanjut mekanik nyentrik itu.

“Selain dari pengapian, juga dengan perbandingan kompresi pada angka 7,7 :1,”beber Bendol yang memaninkan porting eksos 26 mm lebar 40 mm tinggi transfer 40 dan isi head 15,5 cc. “Untuk knalpot saya sesuaikan dengan korekan jadi knalpot bisa dongkrak tenaganya. Khusus knalpot semua dibuat spesial untuk yang saya pakai atau yang dijual,”tegas Bendol yang memang identik dengan ABRT20 Racing Exhaust itu.
“Selain torsi yang kuat, tapi memang tidak banyak prubahan dari settingan untuk balap IndoClub. Hanya setelah QTT saya turunkan gir belakang 1 mata biar motornya tidak terlalu limit. Menjaga ritme mesin biar tidak ngedrop dan konsisten dengan racing line,”tukas Tommy yang sukses menyabet runner up juara umum. Mantap! Wawan
Baca Juga :
Absen di Kejurprov Jatim, Duet PARD Mendominasi di Road Race Boyolali 2019
Hasil Casytha Nathania PARD Pirelli Manahadap Road Race 2019 : Juara Umum Milik Sakti Andre
Yamaha Cup Race 2019 : Hadirkan Kelas ECU Standart, Ini Respon Dedi Fermadi

