Otoinfo – Pebalap Repsol Honda Marc Marquez mengaku tidak puas dengan performa prototipe RC213V 2024 yang ia uji coba di sirkuit Misano, Senin (11/9/2023). Ia mengatakan bahwa motor baru itu masih memiliki masalah yang sama dengan model sebelumnya, yaitu kurangnya grip pada ban belakang. Hal ini membuat Marquez semakin ragu untuk melanjutkan karirnya bersama Honda di MotoGP.
Prototipe RC213V 2024 Tidak Membawa Perubahan Besar
Marquez mengatakan bahwa prototipe RC213V 2024 tidak membawa perubahan besar dari segi gaya berkendara dan cara mencari waktu putaran.
Ia mengaku hanya merasakan sedikit perbedaan pada posisi berkendara yang lebih natural, namun tidak cukup untuk mengatasi masalah utama yang dihadapi Honda selama ini.
“Gaya berkendaranya sangat berbeda. Namun pada akhirnya, masalahnya kurang lebih sama, jadi kami perlu bekerja lebih keras,” ucap Marquez, dikutip dari Crash.
“Posisi berkendaranya sedikit berbeda. Awalnya agak aneh, tapi kemudian lap demi lap seperti halnya motor baru menjadi lebih natural. Tapi pada akhirnya cara berkendara, cara mencari waktu putaran, sangat mirip seperti saat ini,” tambahnya.
Marquez Butuh Aksi Nyata dari Honda untuk Keluar dari Masa Sulit
Marquez mengakui bahwa tes Misano ini sangat penting bagi dirinya, karena ia masih belum memutuskan masa depannya bersama Honda. Ia menegaskan bahwa ia perlu melihat aksi nyata dari pabrikan Jepang itu untuk keluar dari masa sulit yang dialaminya sejak musim 2020.
“Saya perlu melihat aksi nyata dari Honda untuk keluar dari masa sulit. Saya tidak bisa membayangkan Honda bersaing memperebutkan gelar juara dunia tahun depan.
Hal itu selalu terjadi karena olahraga ini bergerak sangat cepat – meskipun sekarang tampaknya kesuksesan beruntun Ducati tidak akan berakhir dengan cepat,” kata Marquez.
Marquez juga berharap bahwa Honda akan mendapatkan beberapa kelonggaran dari perubahan peraturan yang akan diberlakukan pada tahun 2024, terutama untuk program pengujian.
Ia berharap bahwa ia akan mendapatkan lebih banyak ban dan tempat pengetesan untuk mengembangkan motor baru.
“Tetapi juga akan ada perubahan peraturan yang diberlakukan pada tahun depan, dan produsen yang kurang beruntung akan mendapatkan beberapa kelonggaran.
Akan ada beberapa kelonggaran bagi pabrikan yang sedikit tertinggal dan itu terutama akan mempengaruhi program pengujian,” ungkap Marquez.
“Saya tidak tahu persis seperti apa bentuknya nanti. Yang saya tahu adalah bahwa ini sedang diperkenalkan dan telah disetujui oleh asosiasi produsen MSMA. Mungkin kami akan mendapatkan lebih banyak ban, karena kuota kami sebagai tim penguji saat ini cukup terbatas.
Saat ini kami hanya memiliki dua tempat pengetesan di Eropa; Jerez dan Misano; tidak ada lagi yang diperbolehkan. Tapi kami akan memposisikan diri kami secara berbeda tahun depan,” lanjutnya.
Marquez Akan Uji Coba Lagi di Jerez dan Valencia
Marquez mengatakan bahwa ia akan mengadakan tes lagi di sirkuit Jerez pada tanggal 20 dan 21 November, serta di sirkuit Valencia setelah akhir musim. Ia berharap bahwa ia akan mendapatkan feedback yang lebih baik dari motor baru itu.
“Kami akan mengadakan tes lagi di sini di Jerez hanya dalam waktu kurang dari tiga pekan, pada tanggal 20 dan 21 November. Kami akan berada di sini lagi pada bulan Desember pada tanggal 19 dan 20. Saya juga akan berada di sana pada tes Valencia setelah akhir musim,” kata Marquez.
Marquez mengaku bahwa ia masih memiliki rasa sayang yang besar kepada Honda, yang telah memberinya banyak kesuksesan di MotoGP. Namun, ia juga tidak menutup kemungkinan untuk mencari tantangan baru di tim lain, jika Honda tidak bisa memberikan motor yang kompetitif.
“Saya masih mencintai Honda, saya masih memiliki kontrak dengan mereka sampai akhir tahun depan.
Tapi saya juga harus memikirkan masa depan saya, saya harus memikirkan apa yang terbaik untuk saya. Saya masih ingin menang, saya masih ingin bersaing di level tertinggi. Jadi saya harus melihat semua opsi yang ada,” tutup Marquez. Otoinfo
