Otoinfo – Pemerintah Indonesia mengalami kendala dalam mencapai target penyaluran motor listrik subsidi sebesar Rp 7 juta tahun ini. Dari kuota 200 ribu unit yang tersedia, hanya 11.532 unit yang berhasil tersalurkan hingga Sabtu, 23 Desember.
Melalui laman Sistem Informasi Bantuan Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Roda Dua atau Sisapira, kini tersedia sisa kuota baru untuk tahun 2024 sebanyak 600 ribu unit. Namun, setelah dikurangi dengan jumlah yang telah tersalurkan, sisa kuotanya masih mencapai 592.339 unit. Meskipun terdapat 7.661 orang yang masih dalam proses pendaftaran, proses verifikasi dan penyaluran pada tahun ini sudah ditutup.
Ketua Umum Asosiasi Industri Motor Listrik (Aismoli), Budi Setiadi, menjelaskan bahwa penutupan pendaftaran pada tahun 2023 disesuaikan dengan pencairan anggaran yang telah berakhir pada minggu ke-3 bulan Desember. Meskipun begitu, masyarakat yang berminat tetap dapat mendaftar, namun proses verifikasi dan penyaluran baru akan dilakukan pada tahun 2024.
“Saat ini yang telah tersalurkan baru sekitar 11 ribu unit, tapi pendaftaran tetap akan berlanjut hingga 2024. Jadi masih ada kesempatan untuk bertambah lagi,” tambahnya.
Budi Setiadi tidak menampik bahwa minat pasar terhadap motor listrik subsidi tahun ini masih terbatas. Namun, ia optimistis bahwa tahun 2024 akan menyaksikan peningkatan minat dari masyarakat.
“Pada tahun depan, perkiraan saya adalah akan ada peningkatan signifikan dari masyarakat yang semakin mengetahui dan berminat untuk membeli kendaraan motor listrik, baik yang baru maupun hasil konversi,” ungkapnya.
Menanggapi pertumbuhan positif tersebut, Budi menyebutkan bahwa kehadiran pemain lama di industri sepeda motor, seperti Honda, yang telah melakukan Tata Kelola Data Nasional (TKDN), memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa mereka juga memiliki produk motor listrik yang berkualitas. Honda sendiri telah meluncurkan 49 model motor listrik subsidi, dengan harga termurah sekitar Rp 9,4 juta dan termahal mencapai Rp 42,9 juta.Otoinfo

