Otoinfo.id-Itulah salah satu pertanyaan yang muncul pasca reshuffle kabinet olahraga sepeda motor PP IMI. Faktanya sampai saat ini belum ada kejelasan soal nasib MotoPrix region Jawa tahun ini. Padahal, region Jawa adalah barometer balap motor tanah air. Atas kondisi itu, bagaimana respon H. Eddy Saputra sebagai Deputi Olahraga Sepeda Motor? Pastinya, ada harapan besar bersamaan dengan amanah yang diterima oleh pria yang sudah banyak makan asam garam di balap motor nasional itu.
“Rencana awal memang fokus di MotoPrix, pembalap sudah diselesaikan kontraknya. Tapi sampai peretengahan tahun ini belum juga ada kepastian nasib MotoPrix-nya,”ungkap H. Yayak Glamour pemilk Glamour Racing Team. Hal serupa juga disampaikan oleh M. Reza sebagai manajer SSM K2Speedshop D2N.
Angin segar memang sempat berhembus, saat dikabarkan IMI DKI akan menggelar di Sentul Kecil sebanyak tiga seri. Tapi toh, angin segar itu tak juga terealisasi. Miris dan ironis sekaligus jadi pertanyaan besar kenapa Pengrov IMI di Jawa enggan menyelenggarakan MotoPrix? Dalam suatu kesempatan obrolan, pejabat di salah satu Pengprov Jawa terang-terangan menyebut bahwa dalam dua tahun terakhir MotoPrix sepi peserta dan promotor selalu rugi.
Baca Juga : Casytha Manahadap Road Race 2023 Blora: Haru dan Bangga! Prestasi SAART Dipersembahkan Buat Sang Nenek
Soal sepi dan promotor merugi, itu masalah klasik yang harus dicariakn solusi. Dalam konteks ini, menjadi tanggung jawab sepenuhnya IMI sebagai induk olahraga sepeda motor. “Bismillah dan semoga bisa tetap jalan, do’akan saja demi kemajuan balap motor tanah air,”tukas H. Eddy Saputra saat dikonfirmasi di Mandalika Racing Series (MRS) akhir pekan kemarin (16/7). Gaspol! Wawan


