OnePrix 2019: Seri 3 Gagal Tampil di Sirkuit GBT, Ketua IMI Jatim Kecewa, Kenapa?

Bambang 'Kapten' haribowo (Ketua IMI Jatim) : Kecewa OnePrix Seri 3 Gagal Pentas di GBT

Otoinfo.id – Gelaran terbesar Indonesia saat ini One Prix memang menjadi pusat perhatian tim, pembalap hingga masyarakat yang luas. Terlebih dengan tayangan live di TV One. Pun begitu, saat kabar seri 3 yang rencananya dilaksanakan di sirkuit Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Jatim batal dan dipindahkan di sirkuit Sentul Karting (30 September-1 Oktober) mendatang.

Baca Juga : Stabil dan Ringan, Pelek RCB SP522 Jadi Pilihan di One Prix 2019 Tasikmalaya

Mendengar kabar tersebut Bambang Haribowo selaku Ketua IMI Jatim selaku tuan rumah merasa tidak dihargai, dan itu dianggap melecehkan IMI Jatim. Pihak penyelenggara mengirimkan surat yang ditujukan kepada Ketua Umum PP IMI Sadikin Aksa dan tembusan Jefrrey selaku Sekretaris Jendral PP IMI.

Baca Juga : One Prix 2019 Tasikmalaya: Fakta Bicara, Rafid Topan dan Robby Sakera Jawara Bersama Gear-Set SSS

Dalam surat tersebut, pihak penyelenggara menyatakan bahwa sirkuit GBT kurang layak untuk menggelar event One Prix. Hal tersebut tentunya didukung oleh beberapa fakta yang menurut pihak penyelenggara kurang memenuhi syarat.

“Pihak penyelenggara mengatakan pada surat bahwa inspeksi sudah dilakukan bersama oleh pihak penyelenggara dan perwakilan IMI Jatim, padahal saya selaku ketua IMI Jatim tidak merasa memberangkatkan perwakilan untuk melakukan inspeksi sirkuit untuk event One Prix,” geram Bambang Haribowo.

Baca Juga : One Prix 2019 Tasikmalaya: Fakta Bicara, Rafid Topan dan Robby Sakera Jawara Bersama Gear-Set SSS

Dalam surat tersebut ada beberapa poin yang menjadi pertimbangan penyelenggara untuk melakukan event One Prix di sirkuit GBT, berikut beberapa poin yang tertera pada surat yang ditujukan untuk PP IMI menurut penuturan Bambang Haribowo.

  1. Sirkuit GBT harus dilakukan penambahan ban safety sepanjang sirkuit GBT sekitar kurang lebih 2.000 buah ban.
  2. Sirkuit GBT harus melakukan renovasi atas apex atau curb yang konstruksinya tidak sesuai standar safety.
  3. Dibutuhkan lampu start sebanyak 8 buah.
  4. Perlu dilakukan perbaikan pada R1 karena lapisan aspal R1 sudah tidak rata dengan luasnya kurang lebih 50 m2.
  5. Untuk area paddock disaranankan menggunakan paving block tidak langsung rumput.

Dari 5 point tersebut dianggap Bambang melecehkan sirkuit GBT, padahal sirkuit GBT sudah berulang kali mengadakan event balap motor sekelas motorprix beberapa tahun ini.

“Kalau melakukan pembenahan lagi musti mengajukan kepada Pemkot dan itu butuh waktu tidak bisa langsung. Jika tidak ya harus perbaiki sendiri, saya pribadi beberapa kali memperbaiki sirkuit dengan dana pribadi,” tambah Bambang lagi. Nah! Tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here