Otoinfo.id – Mobil listrik dan hybrid semakin diminati masyarakat karena klaimnya yang lebih hemat dan ramah lingkungan. Meskipun keduanya menggunakan baterai dan motor listrik, fungsi dan karakteristik baterai pada masing-masing jenis mobil ini ternyata sangat berbeda.
Berikut perbedaan utama baterai mobil listrik dan hybrid yang perlu Anda ketahui:
1. Pengisian Daya
Mobil listrik murni mengandalkan energi listrik. Ketika baterai habis, mobil harus diisi ulang melalui Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Tanpa pengisian daya, mobil listrik tidak dapat digunakan.
Sebaliknya, baterai pada mobil hybrid tidak memerlukan pengisian di SPKLU. Baterai hybrid mengisi daya secara otomatis melalui mesin bensin dan sistem pengereman regeneratif saat mobil digunakan.
2. Cara Kerja
Baterai mobil listrik langsung mengalirkan daya ke motor listrik untuk menggerakkan kendaraan. Berbeda dengan itu, mobil hybrid menggunakan kombinasi bensin dan listrik. Motor listrik mendapatkan daya dari energi pengereman atau mesin bensin yang mengisi ulang baterai.
3. Usia Baterai
Baik baterai mobil listrik maupun hybrid memiliki usia pakai rata-rata sekitar 10 tahun. Namun, usia tersebut bisa lebih pendek atau lebih panjang tergantung pola penggunaan dan perawatan. Mobil yang sering digunakan cenderung mengalami penurunan performa baterai lebih cepat.
4. Biaya Penggantian Baterai
Baterai mobil listrik memiliki harga yang jauh lebih mahal dibandingkan hybrid. Contohnya, baterai Hyundai Ioniq 5 tipe standard dibanderol sekitar Rp 300 juta, sedangkan tipe long range mencapai Rp 400 juta. Sebagai perbandingan, baterai Innova Zenix Hybrid hanya berkisar Rp 40 juta.
Mana yang Cocok untuk Anda?
Jika Anda menginginkan mobil ramah lingkungan tanpa ketergantungan bahan bakar, mobil listrik bisa menjadi pilihan. Namun, jika menginginkan fleksibilitas dengan biaya perawatan baterai yang lebih terjangkau, mobil hybrid adalah opsi yang tepat.
Pilih sesuai kebutuhan dan gaya hidup Anda!
