Otoinfi.id – Di dunia balap, yang membedakan pebalap luar biasa bukan hanya kecepatan, tapi juga mental dan ketangguhan saat krisis. Hal inilah yang ditunjukkan M. Adenanta Putra, pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT), di ARRC Malaysia 2025 seri kelima kelas Supersport 600 (SS600).
Bukan Soal Menang, Tapi Bangkit Setelah Terjatuh
Race Pertama Penuh Drama
Adenanta memulai balapan pertama dari posisi ke-4, hasil kualifikasi yang cukup menjanjikan. Namun di tiga lap terakhir, ketika ia tengah mempertahankan posisi ke-3, nasib buruk datang: Adenanta terjatuh.
Alih-alih menyerah, Adenanta bangkit kembali, melanjutkan balapan, dan menyentuh garis finis di posisi ke-13. Sebuah langkah penting dalam menjaga peluang juara Asia.
“Saya tetap lanjutkan balapan karena setiap poin sangat berarti. Saya harus tetap fight,” ungkap Adenanta.
Race Kedua: Pembuktian Mental Baja di Tengah Tekanan
Podium 3 yang Penuh Strategi
Di race kedua, Adenanta menunjukkan sisi lebih tenang dan strategis. Ia langsung menempati posisi depan sejak start, sempat memimpin jalannya balapan, lalu bermain cerdas untuk mengamankan posisi ke-3.
Dengan performa stabil sepanjang 10 lap, dan mengandalkan CBR600RR yang responsif, ia berhasil kembali naik podium, sekaligus mempertahankan posisinya sebagai pemimpin klasemen sementara SS600 dengan 152 poin.
Konsistensi di Kelas Neraka: Supersport 600
Supersport 600 dikenal sebagai kelas paling kompetitif di ARRC. Berisi para pebalap kawakan dari berbagai negara Asia, balapan di kelas ini menuntut:
- Konsistensi skill
- Manajemen ban & tenaga
- Mental kuat dalam tekanan
Adenanta menjawab semua tantangan itu dengan performa yang makin matang di setiap seri, menjadikannya calon kuat juara Asia 2025.
Hasil Kerja Tim & Proses Jangka Panjang AHRT
Prestasi Adenanta bukan kerja semalam. Ia adalah hasil dari program pembinaan jangka panjang AHRT, di mana pebalap muda ditempa:
- Melalui kejuaraan nasional & internasional
- Dengan sistem pelatihan teknis dan mental
- Bersama teknisi dan pelatih balap berpengalaman
CBR600RR yang ia kendarai juga memainkan peran penting, memberi kestabilan dan daya dorong yang dibutuhkan di momen kritis.
“Kami bangga melihat bagaimana Adenanta tumbuh menjadi pebalap yang tangguh dan cerdas,” ujar Andy Wijaya, GM Marketing Planning & Analysis AHM.
Klasemen Sementara SS600 ARRC 2025 (Top 5)
| Posisi | Pebalap | Tim | Poin |
|---|---|---|---|
| 1 | M. Adenanta Putra | AHRT | 152 |
| 2 | Rider Thailand | Tim Lokal | 140 |
| 3 | Rider Jepang | Privateer | 135 |
| 4 | Herjun Atna Firdaus | AHRT | 110 |
| 5 | Rheza Danica Ahrens | AHRT | 100 |
Putaran Final Thailand: Saatnya Kunci Gelar Juara Asia
Putaran pamungkas akan digelar di Chang International Circuit, Thailand, pada 5–7 Desember 2025. Adenanta hanya perlu tampil konsisten dan menjaga jarak poin untuk membawa pulang gelar Juara Asia SS600 yang akan menjadi prestasi tertinggi dalam karier balapnya sejauh ini.
Adenanta Bukan Sekadar Kencang, Tapi Juga Kuat Mental
M. Adenanta Putra telah menunjukkan bahwa menjadi pebalap hebat bukan hanya soal pole position atau fastest lap, tapi soal mental bertarung, strategi lap demi lap, dan sikap pantang menyerah.
Dengan pengalaman, pembinaan matang, dan dukungan tim yang solid, ia siap mencetak sejarah baru sebagai juara Asia dari Indonesia di kelas Supersport 600.
