Otoinfo.id – Maverick Vinales berhasil mengejutkan banyak pihak di MotoGP Qatar 2025 dengan performa gemilangnya. Pembalap asal Spanyol yang kini membela tim KTM Tech3 itu sempat mengancam posisi Marc Marquez di Sirkuit Losail, Doha, pada balapan yang digelar akhir pekan lalu.
Maverick Vinales memulai balapan dari posisi keenam, namun dengan strategi yang brilian dan kecepatan yang luar biasa, ia berhasil melesat ke posisi kedua, tepat di belakang Marc Marquez. Namun, sayangnya, podium kedua yang ia raih harus sirna setelah Vinales dijatuhi penalti 16 detik terkait pelanggaran aturan tekanan ban.
Kiprah Manis Vinales di Sirkuit Losail
Vinales memberikan penampilan yang sangat mengejutkan pada MotoGP Qatar 2025. Pembalap yang dijuluki Top Gun ini tampil luar biasa, bahkan lebih baik daripada yang diperkirakan, termasuk oleh tim KTM itu sendiri. Pernat, seorang pengamat MotoGP, mengungkapkan bahwa Vinales bahkan lebih cepat dari yang diprediksi banyak orang.
“Vinales menunjukkan balapan yang luar biasa. Dia tampil sangat bagus, dan bahkan KTM sendiri mungkin tidak menyangka performanya bisa sekuat itu,” kata Carlo Pernat, dilansir dari Motosan, Jumat (18/4/2025).
Namun, penalti 16 detik yang diterima Vinales membuatnya kehilangan podium kedua. Aturan tekanan ban yang ketat memang menjadi sorotan dalam balapan tersebut. Vinales pun menyayangkan keputusan tersebut, yang menurutnya terlalu keras untuk sebuah kesalahan teknis seperti itu.
Carlo Pernat Soroti Aturan Tekanan Ban
Carlo Pernat tidak hanya memuji performa Vinales, tetapi juga mengkritik aturan tekanan ban yang ia anggap terlalu ketat dan tidak proporsional. Menurutnya, penalti 16 detik untuk pelanggaran tekanan ban di MotoGP Qatar 2025 terasa berlebihan, mengingat Vinales berhasil menunjukkan performa luar biasa yang bahkan membuat tim KTM terkejut.
“Seorang pembalap yang finis di posisi kedua, namun dihukum dengan penalti 16 detik, itu terasa berlebihan,” ujar Pernat. “Aturan tersebut masih memakan korban dan perlu dievaluasi. Vinales berhasil tampil dengan luar biasa, tetapi sayangnya, masalah teknis seperti tekanan ban justru merusak hasil tersebut.”
Baca Juga: Jadwal Oniku Cup Race 2025 Sirkuit Gery Mang Subang (19-20 April)
Evaluasi Aturan MotoGP dan Dampaknya
Carlo Pernat juga menyoroti bahwa aturan tekanan ban yang ketat sebaiknya dievaluasi ulang oleh pihak penyelenggara MotoGP. Ia berpendapat, aturan ini terkadang tidak proporsional dengan pencapaian seorang pembalap yang tampil baik sepanjang balapan. Hal ini bisa memengaruhi persepsi terhadap keadilan kompetisi dan pengalaman balap secara keseluruhan.
Vinales, yang tampil sangat kompetitif, bahkan membuat tim KTM dan tim-tim lainnya kesulitan untuk mengejar. Pernat menyatakan, performa Vinales yang memukau di MotoGP Qatar 2025 menunjukkan bahwa pembalap tersebut memang berada dalam bentuk terbaiknya, dan KTM mungkin akan menjadi pesaing serius di musim ini.
Baca Juga: Ultimatum untuk Bagnaia Jelang MotoGP Spanyol 2025
MotoGP 2025 akan terus menarik untuk diikuti, dengan banyak kejutan yang mungkin datang di balapan berikutnya.

