
Otoinfo – Honda Freed, sebuah mobil keluarga di segmen Low MPV, pertama kali muncul di pasar otomotif Indonesia pada tahun 2009. Kehadirannya pada awalnya menciptakan kejutan di kalangan pecinta otomotif tanah air.
Honda berharap bahwa Freed dapat menjadi pesaing tangguh di segmen Low MPV, menghadapi persaingan ketat dengan kompetitornya.
Pada masa itu, mobil-mobil Low MPV sangat diminati di Indonesia, dan Honda optimis bahwa Freed akan menjadi pilihan yang diminati di pasar.

Namun, harapan Honda harus pupus di tengah jalan. Produksi di Indonesia dihentikan karena mobil ini kalah bersaing dengan pesaingnya, bahkan penjualannya tidak memenuhi ekspektasi.
Sebagai mobil keluarga, mobil ini dianggap belum siap bersaing di segmen Low MPV karena beberapa kekurangan yang dimilikinya.
Salah satunya adalah karakter mesin yang dianggap kurang baik, terutama pada tarikan mesin bawah.
Pengemudi sering merasakan kurangnya tenaga pada putaran mesin bawah, sehingga akselerasi mulai terasa ketika mesin berada di putaran tengah ke atas.
Pintu model sliding door yang diadopsi oleh Honda Freed juga menuai keluhan dari konsumen. Pintu geser sering mengalami masalah, terutama bunyi tidak nyaman saat melewati jalanan tidak rata.
Meskipun pintu geser membuat Freed berbeda dengan kompetitornya, namun tidak dilengkapi dengan teknologi power sliding door, sehingga harus dibuka secara manual.
Honda Freed termasuk dalam kategori mobil tipe A, yang masih menggunakan head unit single din dan belum dilengkapi dengan AC double blower. AC double power hanya tersedia pada seri tertinggi, bukan pada seri terendahnya.
Meskipun ruang kabin Freed cukup luas dan nyaman untuk mobil keluarga, namun kapasitas bagasinya tergolong sempit dibandingkan dengan mobil-mobil sejenis di segmen Low MPV.
Sehingga, disarankan untuk melipat kursi bagian belakang agar kapasitas bagasinya lebih luas ketika membawa banyak barang bawaan.
Keseluruhan, kombinasi kekurangan-kekurangan inilah yang menyebabkan Honda Freed tidak mendapatkan respon positif di pasar otomotif Indonesia dan akhirnya produksinya dihentikan. Otoinfo.

