Otoinfo – PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) sudah tidak lagi menjual model bebek, termasuk Kawasaki Edge yang menjadi model terakhir mereka. Saat ini, segmen motor bebek di Indonesia telah menyusut drastis. Pilihan yang ada pun semakin terbatas, dengan dominasi skuter matic yang menguasai hingga 90 persen pasar motor domestik.
Motor ini pertama kali diluncurkan pada Januari 2010, namun kurang mendapat sambutan positif dari pasar. Akibatnya, sejak tahun 2014, produksi dan penjualannya dihentikan. Meski begitu, di dunia balap nasional dan regional, motor Edge dikenal sebagai motor legendaris, bahkan disebut mitos karena kehebatannya meraih berbagai gelar juara.
Motor tersebut dijual dengan harga sekitar Rp 13 jutaan pada saat perilisan pertama. Ada dua varian yang ditawarkan: tipe casting wheel seharga Rp 13,8 juta dan tipe spoke wheel seharga Rp 12,9 juta. Dari segi desain, Kawasaki Edge tampil futuristik dengan inspirasi dari pesawat jet. Desain yang radical, sharp, dan edgy ini khusus dibuat untuk pasar Indonesia.
Mesin yang digunakan pada Kawasaki Edge mengambil platform legendaris dari Kawasaki Kaze, yaitu mesin 4 langkah SOHC 2-valve berkapasitas 112 cc dengan karburator dan pendingin udara. Motor ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 8,30 HP pada 8.000 rpm serta torsi 8,13 Nm pada 6.500 rpm.
Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi semi otomatis 4 percepatan return/N-1-2-3-4-N. Kawasaki Edge memiliki bobot 104 kg dan kapasitas tangki bahan bakar sebesar 4,4 liter.
Bagi yang masih memiliki Kawasaki Edge, kabarnya kini motor ini mulai menjadi incaran dengan harga bekas yang mencapai di atas Rp 6 juta dalam kondisi baik. Motor ini memang layak untuk dijaga karena nilai historis dan keunggulannya di dunia balap. Otoinfo.


