OtoInfo.Id-Siapa yang tak kenal rider muda berbakat Mario Surya Aji akrab disapa Mario S.A. Super Mario julukan untuk Mario SA salah satu pebalap bertalenta juga idola Indonesia saat ini. Bersama skuad Astra Honda Racing Team (AHRT) Super Mario berlaga di pentas Asia (ARRC) kelas AP250. Karier balap bocah asal Magetan, Jatim itu masih panjang (14 tahun).
Disaat yang sama, siapa pula yang tak kenal Azryan Dheyo Wahyu akrab dengan panggilan Dheyo Wahyu crosser nasional dengan gelar jawara SE 65 cc Pro (20017) yang saat ini serius membidik prestasi di road race.

Mario SA dan Dheyo Wahyu ternyata punya kesamaan yakni sama-sama memulai karier balap dari motocross yang kemudian beralih ke road race. “Tahun ini motocross belum sepenuhnya lepas, masih ikut kejuraan nasional. Tahun depan full di road race, utamanya sport,”kata Yoyok Wahyudi ortu Dheyo Wahyu. Usut punya usut, Super Mario pulalah yang jadi salah satu inspirasi Dheyo di road race.
Terlebih, meski new comer alias pendatang baru, prestasi Super Mario di AP25 sangat menjanjikan dengan torehan podiumnya.Mario dan Dheyo memang terjalin komunikasi yang intens,”Terpenting bisa adaptasi dulu dan nyaman dengan motor road race,”saran Mario saat ‘mementori’ Dheyo di MotorPrix (MP) Wonosari, Yogyakarta seri 3 lalu.

Tak sekedar jadi inspirasi, tapi potensi menjadi ‘The Next Super Mario’ mulai tampak. IRS (Indospeed Race Series) seri 2 (1/7) kemarin jadi indikasinya. Berlaga di OMR CBR150, Dheyo sukses naik podium ketiga pada kategori Honda Racing School (HRS). M. Fadly Imanudin selaku mentor di HRS mengakui potensi skill Dheyo Wahyu. “Basic motocrossnya mendukung, karakter fighternya tampak. Terus berlatih dan belajar untuk jadi jawara,”pesan Fadly. Gass! Wawan
