Otoinfo – Apakah Anda pernah mendengar tentang Sultan Kedaton? Jika Anda adalah penggemar balap motor, Anda pasti tahu siapa dia. Sultan Kedaton adalah salah satu pembalap motor terkenal di Indonesia yang sering berlaga di berbagai ajang balap nasional maupun internasional. Namun, kali ini Sultan Kedaton tidak datang untuk balapan, melainkan untuk menunjukkan koleksi motornya yang sangat unik dan langka.
Honda Dio 50cc, Motor Mini yang Mahal
Sultan Kedaton membawa Honda Dio 50cc, sebuah motor mini yang diproduksi oleh Honda pada tahun 1988-1996. Motor ini memiliki desain yang lucu dan imut, dengan ukuran yang sangat kecil.
Meskipun begitu, motor ini memiliki performa yang cukup baik, dengan mesin 2-tak berkapasitas 49cc yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 5,2 hp. Motor ini juga dilengkapi dengan fitur-fitur canggih, seperti sistem injeksi bahan bakar, rem cakram depan, dan suspensi belakang monoshock.
Namun, yang membuat motor ini sangat spesial adalah harganya yang sangat mahal. Pasalnya, motor ini termasuk salah satu motor langka yang jarang ditemukan di pasaran.
Hanya ada sekitar 500 unit Honda Dio 50cc yang diproduksi di seluruh dunia, dan sebagian besar dijual di Jepang. Di Indonesia sendiri, hanya ada beberapa orang yang memiliki motor ini, salah satunya adalah Sultan Kedaton.
Menurut Sultan Kedaton, ia membeli motor ini dari seorang kolektor motor di Jepang dengan harga yang fantastis, yaitu sekitar Rp 200 juta. Ya, Anda tidak salah baca.
Motor mini ini harganya setara dengan mobil Honda Brio yang bisa Anda beli di dealer resmi. Tentu saja, harga ini tidak masuk akal bagi sebagian besar orang. Namun, bagi Sultan Kedaton, motor ini adalah salah satu harta karun yang sangat berharga.
Mengapa Sultan Kedaton Membeli Motor Ini?
Sultan Kedaton mengaku bahwa ia membeli motor ini karena alasan nostalgia. Ia mengatakan bahwa motor ini adalah motor pertamanya yang ia dapatkan saat masih kecil. Ia mendapatkan motor ini dari ayahnya yang juga seorang pembalap motor terkenal di masanya. Saat itu, ayahnya memberikan motor ini sebagai hadiah ulang tahun ke-10 bagi Sultan Kedaton.
Sultan Kedaton mengatakan bahwa ia sangat senang dan bangga memiliki motor ini. Ia sering mengendarai motor ini di sekitar rumahnya, bahkan kadang-kadang ia ikut balapan dengan teman-temannya. Ia mengatakan bahwa motor ini adalah awal dari karirnya sebagai pembalap motor. Ia belajar banyak hal tentang balap motor dari motor ini, seperti teknik mengemudi, perawatan mesin, hingga modifikasi.
Namun, kebahagiaan Sultan Kedaton tidak berlangsung lama. Suatu hari, motor ini dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab saat ia sedang bermain di taman. Sultan Kedaton sangat sedih dan kecewa. Ia mencari motor ini ke mana-mana, tetapi tidak berhasil menemukannya. Ia merasa kehilangan sesuatu yang sangat berarti baginya.
Sejak saat itu, Sultan Kedaton berjanji bahwa ia akan mencari dan membeli motor ini lagi, tidak peduli berapa harganya. Ia ingin memiliki kembali motor yang menjadi saksi dari masa kecilnya. Ia ingin merasakan kembali sensasi mengendarai motor ini, seperti saat ia masih kecil. Ia ingin mengenang kembali kenangan indah bersama ayahnya yang sudah meninggal.
Sultan Kedaton Pamer Motor di Paddock Sentul Kecil
Setelah bertahun-tahun mencari, akhirnya Sultan Kedaton berhasil menemukan motor yang ia cari. Ia menemukan motor ini di sebuah situs jual beli online di Jepang. Ia langsung menghubungi penjualnya dan menawar motor ini dengan harga yang sangat tinggi. Ia tidak peduli dengan harga, yang penting ia bisa mendapatkan motor ini.
Setelah melakukan transaksi, motor ini pun dikirim ke Indonesia dengan menggunakan jasa pengiriman khusus. Sultan Kedaton sangat senang saat menerima paket yang berisi motor ini. Ia langsung membuka paketnya dan memeriksa kondisi motor ini. Ia merasa sangat puas karena motor ini masih dalam kondisi yang sangat baik, seperti baru keluar dari pabrik.
Sultan Kedaton tidak sabar untuk mengendarai motor ini. Ia langsung menghidupkan mesinnya dan merasakan suara knalpotnya yang khas. Ia merasa seperti kembali ke masa kecilnya. Ia pun mengajak motor ini keliling kota, menikmati pemandangan dan udara segar. Ia merasa sangat bahagia dan bebas.
Namun, Sultan Kedaton tidak puas hanya dengan mengendarai motor ini sendirian. Ia ingin memamerkan motor ini kepada teman-temannya yang juga penggemar balap motor. Ia ingin membuat mereka iri dan kagum dengan koleksi motornya yang sangat unik dan langka ini.
Untuk itu, Sultan Kedaton membawa motor ini ke paddock Sentul Kecil, sebuah sirkuit balap motor yang terletak di Bogor, Jawa Barat. Di sana, sedang berlangsung sebuah acara balap motor yang diikuti oleh banyak pembalap motor dari berbagai daerah. Sultan Kedaton datang ke sana bukan untuk ikut balapan, melainkan untuk menunjukkan motor ini kepada teman-temannya.
Saat Sultan Kedaton tiba di paddock, ia langsung menarik perhatian banyak orang. Bukan hanya karena namanya yang sudah terkenal, tetapi juga karena motor yang ia bawa. Banyak orang yang penasaran dan heran melihat motor mini yang ia bawa. Mereka bertanya-tanya apa itu motor yang ia bawa, dan berapa harganya.
Sultan Kedaton pun menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka dengan bangga. Ia menjelaskan bahwa motor yang ia bawa adalah Honda Dio 50cc, sebuah motor mini yang sangat langka dan mahal. Ia juga menceritakan kisahnya tentang bagaimana ia mendapatkan motor ini, dan mengapa ia sangat menyayangi motor ini.
Banyak orang yang terkejut dan takjub mendengar cerita Sultan Kedaton. Mereka tidak percaya bahwa motor mini itu harganya seharga mobil Honda Brio.
Mereka juga tidak percaya bahwa motor itu adalah motor pertama Sultan Kedaton yang ia dapatkan dari ayahnya. Mereka merasa kagum dan iri dengan Sultan Kedaton yang memiliki motor yang sangat spesial ini.
Beberapa orang bahkan mencoba untuk menawar motor ini dari Sultan Kedaton. Mereka menawarkan harga yang sangat tinggi, bahkan ada yang menawarkan mobil atau rumah sebagai gantinya.
Namun, Sultan Kedaton menolak semua tawaran itu dengan tegas. Ia mengatakan bahwa motor ini tidak dijual dengan harga berapapun. Ia mengatakan bahwa motor ini adalah miliknya seumur hidup, dan tidak akan pernah lepas dari tangannya.
Sultan Kedaton adalah salah satu pembalap motor terkenal di Indonesia yang memiliki koleksi motor yang sangat unik dan langka, yaitu Honda Dio 50cc. Motor ini adalah motor mini yang diproduksi oleh Honda pada tahun 1988-1996.
Motor ini memiliki desain yang lucu dan imut, dengan ukuran yang sangat kecil. Meskipun begitu, motor ini memiliki performa yang cukup baik, dengan mesin 2-tak berkapasitas 49cc yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 5,2 hp. Motor ini juga dilengkapi dengan fitur-fitur canggih, seperti sistem injeksi bahan bakar, rem cakram depan, dan suspensi belakang monoshock.


