Otoinfo.id-Usianya baru 8 dan 9 tahun. Tetapi akhir pekan ini, Fiandra Reja #12 dan Firza Angkasa #63 menghadapi pengalaman besar di lintasan internasional. Dua pembalap muda dari Bali Queen Racing Team tersebut membawa nama Indonesia pada SIC Ohvale Junior Championship 2026 Round 4 dan 5 di Sepang International Karting Circuit, Malaysia.

Bagi Fiandra Reja dan Firza Angkasa, tampil di Sepang bukan sekadar mengejar posisi finis. Ajang ini menjadi kesempatan untuk menambah jam terbang, menguji kemampuan sekaligus merasakan langsung persaingan balap junior di level Asia.
Dari total 16 rider yang bertarung, keduanya menjadi bagian dari wakil Merah Putih yang menghadapi pembalap tuan rumah Malaysia maupun rider internasional, termasuk Xu Yun Long #11 dari China.
Fiandra Reja Membawa Pengalaman, Firza Angkasa Datang dengan Kecepatan
Fiandra Reja yang berusia 9 tahun memiliki modal pengalaman lebih panjang. Ia tercatat sebagai jawara kategori Mini Sport 12 Tahun di Lenka Junior Cup Prix 2026 Sentul dan cukup konsisten menembus Top 5 dalam kompetisi nasional.
Ketenangan membaca racing line menjadi salah satu modalnya. Di Sepang, kemampuan tersebut akan diuji ketika harus menjaga ritme sekaligus mengambil keputusan cepat di tengah rombongan.
Sementara Firza Angkasa #63, yang baru berusia 8 tahun, masih berstatus rookie. Namun hasil finis keempat di Sentul dan keenam di Boyolali menunjukkan bahwa ia memiliki potensi kecepatan.
Bagi Firza, SIC Ohvale Junior Championship 2026 menjadi kesempatan untuk mengubah kecepatan dasar tersebut menjadi pengalaman balap internasional.
Tantangan Teknis Sepang
Sepang International Karting Circuit menghadirkan kombinasi tikungan teknis dan sektor yang membutuhkan akselerasi. Karakter motor Ohvale yang berbasis mini-GP membuat body positioning, braking point, apex, racing line dan kontrol throttle menjadi faktor penting.
Pembalap tidak cukup hanya berani membuka gas. Mereka harus mampu menjaga momentum ketika keluar tikungan dan mengatur pengereman agar tidak kehilangan waktu pada sektor berikutnya.
Karena itu, kemampuan adaptasi Fiandra dan Firza akan menjadi salah satu hal menarik untuk diamati sepanjang Round 4 dan 5 SIC Ohvale Junior Championship 2026.
Keduanya juga akan berhadapan dengan rider dari negara lain. Situasi tersebut memberikan pengalaman berharga untuk memahami perbedaan gaya balap, cara melakukan overtaking hingga bagaimana menjaga posisi ketika berada dalam rombongan.
Misi Bali Queen Lebih Panjang dari Sekadar Podium
Sebagai kakak-adik, Fiandra dan Firza juga memiliki keuntungan dalam proses evaluasi. Keduanya dapat saling bertukar informasi mengenai karakter tikungan, racing line dan titik pengereman selama sesi latihan.
Namun ketika lampu start menyala, keduanya tetap harus bertarung dengan kemampuan masing-masing.
Bagi Bali Queen Racing Team, podium tentu menjadi hasil yang diharapkan. Tetapi misi yang lebih panjang adalah membangun mental, pengalaman dan kemampuan adaptasi pembalap muda Indonesia sejak usia dini.
Sebab perjalanan menuju level Asia tidak dibangun hanya dari satu kemenangan.
Kadang semuanya dimulai dari keberanian meninggalkan zona nyaman, belajar dari satu tikungan, satu kesalahan, satu overtake hingga akhirnya memahami bagaimana menjadi pembalap yang lebih matang.
Kini, nomor start #12 dan #63 membawa satu cerita yang sama di Sepang: dua pembalap cilik Indonesia, satu bendera Merah Putih, dan sebuah perjalanan panjang menuju panggung balap Asia.


