
Otoinfo – Sejumlah produk Honda, seperti BeAT dan Vario, sedang menjadi sorotan publik karena masalah pada rangka enhanced Smart Architecture Frame (eSAF) yang mereka gunakan. Dampaknya, harga motor bekas Honda BeAT dan Vario mengalami penurunan yang sangat signifikan.
Rangka eSAF Menyebabkan Penurunan Harga
Hal ini terkait dengan kerentanan rangka eSAF yang terdapat pada Honda BeAT, Genio, Scoopy, dan Vario 160, yang mudah patah dan keropos. PT Astra Honda Motor (AHM) telah mencoba mengatasi masalah ini, namun langkah-langkah yang diambil mereka tidak nampak memberikan efek positif pada bisnis motor bekas.
Menurut Acoi, seorang pedagang motor bekas di Bekasi Barat, kasus rangka eSAF telah mengakibatkan penurunan tajam dalam penjualan Honda BeAT bekas. Sebelum adanya masalah dengan rangka eSAF, Honda BeAT tahun 2023 bisa terjual dengan harga Rp15,5 juta untuk tipe CBS, sementara tipe Delux dan Street bisa dijual dengan harga di atas Rp16 jutaan. Namun, saat ini harga jualnya paling rendah hanya sekitar Rp13 jutaan.

Ketidakpastian Pasca Garansi Rangka 5 Tahun
Acoi menambahkan bahwa setelah kasus eSAF mencuat, dia memutuskan untuk tidak lagi menjual produk Honda dengan masalah rangka tersebut. Meskipun AHM memberikan garansi rangka selama 5 tahun, dia tidak dapat memastikan dampaknya ke depan.
“Kita belum tahu ya efek dari garansi rangka 5 tahun, yang jelas saat ini saya sudah tidak jualan produk tersebut,” katanya.
Dampak Terhadap Minat Pembeli
Selain Acoi, seorang pedagang motor bekas bernama Firman di wilayah Tangerang juga merasakan dampak dari kasus rangka eSAF. Firman mengatakan bahwa minat pembeli terhadap Honda BeAT dan Scoopy menurun, bahkan seringkali calon pembeli datang hanya untuk menanyakan tentang kualitas rangka motor.
“Untuk harga Honda BeAT bekas anjlok banget, selain itu, konsumen yang mau beli motor bekas di sini selalu menanyakan kondisi rangka, bahkan ada yang meminta untuk cek rangkanya,” ujar Firman.
Penurunan Penjualan Setelah Lebaran Idul Fitri
Baik Acoi maupun Firman sama-sama menyatakan bahwa penurunan penjualan motor bekas Honda terjadi setelah perayaan Lebaran Idul Fitri. Masalah rangka eSAF sepertinya telah membuat konsumen lebih berhati-hati dan mempertanyakan kualitas rangka motor sebelum memutuskan untuk membeli. Otoinfo.

